makalah hubungan ilmu administrasi dengan ilmu lainnya
Hubungan Ilmu Administrasi dan Ilmu
Lainnya
Diajukan kepada bapak Yanto
Heriyanto,S.Sos,M.Si untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu
Administrasi Negara
Disusun
oleh kelompok 1:
1. Laelah
Qodriyah NPM.117090011
2. Endah
Septiana NPM. 117090017
3. Herlawati
NPM. 117090019
4. Efris
Airlangga NPM. 117090035
Kelas
: 1A ( SEMESTER 2 )
PROGRAM
STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVESITAS
SWADAYA GUNUNG JATI
2018
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami penjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan
makalah yang berjudul “Hubungan Ilmu Administrasi dan ilmu lainnya”.
Penulisan
makalah ini adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk
menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi Negara. Melalui makalah
ini kami ingin menjelaskan secara sederhana tentang hubungan ilmu administrsasi dengan
ilmu-ilmu lainnya.
Dalam
Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik
pada teknis penulisan maupun materi, mengingatakan kemampuan yang dimiliki
penulis. Untuk itu kritik dan saran darisemua pihak sangat penulis harapkan
demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Akhirnya
penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang
telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah,
AmiinYaaRobbal ‘Alamiin.
Cirebon,
8 Mei 2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………….... i
DAFTAR ISI……………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………... 1
1.1 Latar
Belakang………………………………………………………… 1
1.2 Rumusan
Masalah…………………………………………………….. 2
1.3 Tujuan…………………………………………………………………. 2
1.4 Manfaat……………………………………………………………….. 2
BAB II PEMBAHASAN………………………………………………… 3
2.1
Pengertian administrasi………………………………………………. 3
2.2 Hubungan ilmu
administrasi dengan ilmu antropologi……………… 8
2.3 Hubungan ilmu
administrasi dengan ilmu ekonomi………………… 9
2.4 Hubungan ilmu
administrasi dengan ilmu hukum…………………... 11
2.5 Hubungan ilmu
administrasi dengan ilmu sejarah…………………… 12
2.6 Hubungan ilmu
administrasi dengan ilmu agama……………………. 14
2.7 Hubungan ilmu
administrasi dengan ilmu politik……………………. 15
2.8 Hubungan ilmu
administrasi dengan ilmu seni………………………. 17
2.9
Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu psikologi…………………. 17
2.10
hubungan ilmu administrasi dengan ilmu sosiologi………………… 18
2.12
Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu informatika…………….. 19
2.13
Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu eksak…………………… 20
BAB III PENUTUP……………………………………………………… 22
3.1
kesimpulan…………………………………………………………… 22
3.2
Saran…………………………………………………………………. 22
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Salah satu cabang ilmu sosial yang
mempelajari fenomena sosial yang berhubungandengan kerja sama dan dinamika
manusia dalam mencapai tujuan ialah ilmu Administrasi. Ilmuadministrasi
tergolong ke dalam ilmu praktika (applied science) dari ilmu-ilmu sosial karena
kemanfaatannya hanya ada apabila prinsip-prinsip, rumus-rumus, dalil-dalilnya
diterapkan untuk meningkatkan kehidupan.
Administrasi Negara adalah suatu bahasan ilmu sosial yang mempelajari
tiga elemen penting kehidupan bernegara yang meliputi lembaga serta hal-
hal yang berkaitan dengan publik yang meliputi kebijakan publik, manajemen
publik, administrasi pembangunan, tujuan negara, dan etika yang mengatur
penyelenggara negara.
Ilmu pengetahuan lahir untuk keperluan memenuhi segenap kebutuhan manusia, baik
sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok masyarakat bangsa.oleh karena
itu, cabang-cabang ilmu pengetahuan pun tumbuh berkembang sesuai tingkat
kebutuhan dan peradaban masyarakat bangsa. Ilmu administrasi publik termasuk
dalam ilmu sosial. Ilmu sosial merupakan ilmu yang mengklasifikasikan dan
menginterprestasikan fenomena sosial. Permasalahan yang dihadapi administrasi
publik bersifat multidimensi sehingga menuntut administrasi publik untuk
menjalin hubungan dalam arti meminta atau memanfaatkan bantuan dari berbagai
cabang disiplin ilmu lain.
Hubungan administras dengan cabang-cabang ilmu yang lain membuat administrasi
menjadi studi yang bersifat multidisiplin, memanfaatkan aneka macam model yang
disajikan berbagai cabang disipliin ilmu lain untuk pemecahan masalah yang
dihadapi, terdorong untuk melakukan pendekatan-pendekatan terpadu sehingga
sehingga dapat menentukan langkah pemecahan yang tepat atau menentukan skala
prioritas dalam penanganan suatu masalah.
1.2 Rumusan
Masalah
a.
Apakah
yang dimaksud dengan administrasi?
b.
Bagaimana
hubungan ilmu administrasi dengan ilmu antropologi?
1.3 Tujuan
Tujuan
disusunnya makalah ini untuk menambah wawasan mengenai ilmu administrasi Negara
beserta hubungannya dengan ilmu lainnya.
1.4 Manfaat
Hasil karya tulis ini diharapkan dapat
menambah wawasan pembaca terutama dalam mempelajari ilmu administrasi negara
dengan ilmu-ilmu lainnya yang mempunyai hubungan dengan administrasi negara.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian administrasi
Pengertian administrasi ada beberapa pendapat,
yaitu antara lain:
a. Ordway
Tead, dalam bukunya “The Art of Administration” administrasi meliputi
kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh pejabat-pejabat eksekutif dalam
setiap organisasi yang bertugas mengatur, memajukan dan melengkapi usaha kerja
sama sekumpulan orang yang sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu.
b. Leonard
D.White dalam bukunya “introduction to the study of public administration”
dirumuskan sebagai kegiatan sekelompok orang-orang yang bekerjasama untuk
mencapai tujuan tertentu.
c. Dr.
Sondang P. Siagian dalam bukunya “filsafat administrasi”. Administrasi sebagai
keseluruhan proses kerjasama antara dua prang manusia atau lebih yang
didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Setelah
mengetahui beberapa definisi maka ciri-ciri administrasi :
a. Adanya
kelompok manusia ( dua orang manusia atau lebih)
b. Adanya
kerjasama dari kelompok tersebut
c. Adanya
bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan
d. Adanya
kegiatan/proses/usaha
e. Adanya
tujuan
Administrasi dalam arti sempit Yaitu
yang berasal dari kata “administratie” ( bahasa belanda) yang meliputi kegiatan
mencatat, surat menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik dan sebagainya yang
bersifat teknis ketatausahaan
Para
Tokoh Ilmu Administrasi:
1. Charles
Babbage (Tahun 1792-1871)
Charles Babbage berkebangsaan Inggris yang bekerja sebagai manajer pada
Cambrige
Universsity di
Inggris pada tahun 1828-1839. Ia adalah pelopor lahirnya administrasi
dan manajemen
sebagai ilmu pengetahuan. Salah satu bukunya yang terkenal adalah“On The Economy Machinary and Manufactures”.
Pendapat-pendapatnya yang terkenal ialah:
a.
Pentingnya efisiensi kerja pada pegawai.
b.
Perlunya menentukan jumlah biaya yang pasti untuk setiap proses produksi.
c.
Perlu adanya penelaahan penggunaan waktu dalam setiap proses produksi.
d.
Agar dilaksanakan pertukaran pengalaman
di antara para pegawai atau manajer
di dalam menerapkan prinsip-prinsip manajemen dan pengembangan organisasi.
e.
Perlu adanya pembagian kerja yang baik antara manjer dan para pekerja
(pelaksana).
2. Robert Owen (Tahun 1841-1925)
Robert Owen berkebangsaan Inggris, dilahirkan di Newtown, Montgomeryshire,
Wales. Seorang karyawan pabrik tekstil Manchester. Ia berpendapat bahwa bila
dilakukan prawatan terhadap mesin-mesin dengan baik, maka akan memberikan
keuntungan kepada perusahaan. Demikian juga tenaga kerja jika diberikan
perawatan yang teratur serta diperhatikan kesejahteraan mereka oleh manajer,
maka para pekerja akan bekerja dengan baik.
Tindakan-tindakan Owen dalam hal ini adalah:
a. Memperbaiki kondisi kerja.
b. Menaikkan syarat umum bagi pekerja anak-anak.
c. Mengurangi jam kerja yang panjang.
d. Menyediakan makan pagi pekerja.
e. Menyediakan took yang menjual keperluan pekerja.
f. Memperbaiki lingkungan tempat tinggal para pekerja.
Karena jasanya
dia dijuluki sebagai “the father of
modern personnel management” (Bapak Manajemen Kepegawaian Modern.
3. Frederick Winslow Taylor (1826-1915)
Frederick
Winslow Taylor dilahirrkan di Gemartown, Amerika Serikat. Ia adalah seorang
sarjana pertambangan yang bekerja pada Medical
Steel Company of Philadelpia. Kemudian ia melakukan penyelidikan yang
terkenal dengan “Time and Motion Study”
yang bertujuan untuk mempelajari penggunaan waktu oleh kaum buruh serta
gerak-geriknya dalam melaksanakan pekerjaan. Karena jasa-jasanya sehingga dia
dijuluki “Bapak Manajemen Ilmiah”.
Beberapa gagasan atau pendapatnya
yang terkenal ialah:
a. Kerugian besar akan dialami oleh sebuah organisasi/perusahaan apabila tidak
ada efisiensi dalam kegiatan kerja sehari-hari.
b. Manajemen yang baik adalah yang menggunakan ilmu pengetahuan dengan
prinsip, rumus, dan dalil yang telah teruji kebenarannya, dan bukan dengan
system coba-coba.
c. Prinsip dasar manajemen pada hakikatnya dapat digunakan dalam berbagai
kegiatan sehari-hari.
d. Tugas-tugas seorang manajer yang baik adalah:
1) Memberikan layanan bagi orang lain dan bawahannya.
2) Selalu berusaha menciptakan metode-metode baru untuk menggantikan
metode-metode yang lama.
3) Selalu berusaha mengadakan latihan-latihan agar di peroleh kerja yang baik
dan bermutu.
4) Selalu menciptakan suasana yang baik di antara para pegawai.
4. Henry Fayol
(Tahun 1841-1925)
Henry Fayol dilahirkan di Istambul, ia adalah seorang (Ir) pertambangan.
Bekerja dan akhirnya memimpin perusahaan pertambangan baja “Societe de Comnentry Fourchambault”. Ia
melakukan penyelidikan-penyelidikan dengan perhatian utama pada tingkat atas,
yaitu manajer. Karena jasa-jasanya maka beliau diberi julukan “Bapak Ilmu
Administrasi.
Beberapa kaidah-kaidah manajemen menurut Fayol adalah:
a.
Perlunya pembagian kerja.
b.
Perlunya pendelegasian wewenang.
c.
Perlu ada disiplin.
d.
Perlu ada kesatuan perintah.
e.
Perlu ada kesatuan pengarahan.
f.
Kepentingan umum harus selalu didahulukan dari kepentingan pribadi.
g.
Balas jasa yang adil.
h.
Perlu ada keseimbangan antara sentralisasi dan desentralisasi.
i.
Perlu ditentukan garis wewenang dan perintah yang jelas (garis scalar yang
jelas).
j.
Penyediaan bahan tepat waktu.
k.
Harus ada kesamaan perlakuan dalam organisasi.
l.
Perlu ada kestabilan tenaga kerja/staf.
m.
Tenaga kerja harus berinisiatif.
n.
Setiap anggota organisasi harus memiliki semangat korps (expirit de corps).
Fayol juga merumuskan persyaratan yang harus dimiliki oleh seorang manajer,
yaitu:
a.
Fisik yang kuat.
b.
Mental yang kuat.
c.
Moral yang baik.
d.
Pendidikan yang baik.
e.
Pengetahuan teknik yang baik.
f.
Berpengalaman.
Selain itu, Fayol membedakan adanya enam kegiatan dalam perusahaan
industri, yaitu:
a.
Kegiatan produksi.
b.
Kegiatan komersial.
c.
Kegiatan financial.
d.
Kegiatan keselamatan.
e. Kegiatan akuntansi.
f. Kegiatan manajerial.
5. Henry Laurence Gantt (1861-1919)
Henry L Gantt adalah seorang insinyur tata laksana berbangsa Amerika
Serikat. Ia terkenal dalam bidang ilmu manajerial karena karyanya dalam
lapangan pengukuran dan pengadilan (controll).
Suatu bagan yang diciptakan dan menjadikannya ia terkenal adalah bagan
model gantt (gantt chart). Pada bagan
gantt ini dibuat secara matriks yaitu pada sumbu horizontal ditempatkan ukuran waktu,
jadwal kerja, dan pekarjaan yang harus diselesaikan, sedangkan pada sumbu
vertical penentuan orang dan mesin-mesin yang harus menyelesaikan pekerjaan
tadi.
Berkat ciptaan Henry L. Gentt ini, maka bagian kepegawaian (personal departeman) mendapat tempat
yang setingkat dengan bagian-bagian lain dalam suatu badan usaha atau
perusahaan, seperti bagian produksi.
Pada penghujung tahun 1950-an konsep Gentt
Chart ini diterapkan oleh Angkatan
Laut Amerika dalam proyek peluru kendali polaris. Karena itu, Harrington
Emerson yang menyusun prinsip-prinsip atau kaidah-kaidah efisiensi
mengakibatkan ia terkenal dengan sebutan “the
Hing Priest of Efficiency”.
Kaidah-kaidah efisiensi menurut Emerson:
a. Tujuan harus dirumuskan dengan jelas.
b. Kegiatan yang dilaksanakan harus logis.
c. Staf harus cakap.
d. Disiplin.
e. Pemberian balas jasa yang adil.
f. Laporan-laporan harus akurat.
g. Pemberian perintah yang terencana dan sistematis.
h. Ada standar dan jadual kerja.
i.
Ada standar tentang kondisi.
j.
Ada standar tentang operasi/pelaksanaan.
k. Intruksi tertulis yang sesudah standar.
l.
Pemberian inseentif.
6. Elton Mayo (1880-1949)
Elton Mayo seorang ahli manajemen yang diberi julukan sebagai “the father of art management” (Bapak
Manajemen Seni). Elton mayo sangat dikenal dengan penelitiannya yang dinamakan
“Hawthorne Study”. Dari hasil
penelitiannya menyimpulkan bahwa ada pengaruh besar lingkungan kerja terhadap
produktivitas kerja.
Pendapatnya yang lain adalah bahwa organisasi informal, kondisi sosial
karyawan, kebutuhan karyawan juga merupakan faktor yang mempengaruhi
produktivitas karyawan.
2.2 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu antropologi
Antropologi
berasal dari kata antropo “manusia” dan logos “ilmu”.
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia baik secara phisik
ataupun budayanya.Bagaimana kita berperilaku adalah suatu fungsi dalam
kebudayaan kita dan hal ini merupakan sumbangan para ahli antropologi untuk
bidang administrasi. Seperti kita ketahui bersama, perbedaan – perbadaan
kebudayaan ada didalam bangsa juga antarbangsa. Ada perbedaan dalam asas
penilaian, sikap-sikap dan norma-norma dalam penerimaan perilaku. Sistem
penilaian yang bersifat individu yang merupakan prioritas terhadap apa yang
penting akan mempengaruhi sikap kita dan juga perilaku kita dalam kerja.
Antropologi,
yang sebagaimana diketahui mempelajari tindak-tanduk individu dalam masyarakat.
Telah berulang kali ditekankan bahwa manusia merupakan unsur terpenting didalam
suatu organisasi dalam rangka usaha pencapaian tujuan. Jika demikian halnya
secara logis jelas terlihat adanya persamaan objek kedua ilmu pengetahuan
ini, hanya approach dan metode analisis yang berbeda.
Hubungan administrasi dengan ilmu antropologi:
-
Ilmu admisnistrasi pada umumnya akan
mempelajari hal-hal yang hampir sama dengan masalah-masalah yang dikaji dalam
ilmu ekonomi. Misalnya saja tentang agraria yang dibahas dalam administrasi,
masalah ini dapat dikaji dengan penelitian berdasarkan metode-metode
antropologi.
-
ilmu antropologi mempelajari budaya
yang ada di dalam suatu masyarakat. Dengan demikian, budaya di dalam masyarakat
tersebut akan mempengaruhi sistem administrasi negara. Misalnya,
masyarakat di negara maju, di mana lebih mengutamakan budaya profesionalisme.
Budaya profesional ini akan turut mempengaruhi sistem administrasi negara sehingga
para aparat di dalamnya menganut budaya profesional.
-
Antropologi mempelajari tentang budaya
maka, dapat ditarik kesimpulan jika dikaitkan dengan administrasi yaitu,
bagaimana sebuah implementasi dari ilmu administrasi beradaptasi dengan keadaan
kebudayaan sekitar.
Ilmu
antropologi itu sendiri mempelajari budaya yang ada di dalam suatu masyarakat.
Dengan demikian, budaya di dalam masyarakat tersebut akan mempengaruhi sistem
administrasi negara.
Contoh:
Masyarakat
negara maju, di mana lebih mengutamakan budaya profesionalisme. Budaya
profesional ini akan turut mempengaruhi sistem administrasi negara sehingga
para aparat di dalamnya menganut budaya profesional. Di sisi lain, di masyarkat
negara berkembang yg cenderung lebih mengutamakan budaya kekeluargaan, budaya
kekeluargaan juga akan mempengaruhi system administrasi negara.
2.3 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu Ekonomi
Ekonomi berasal dari kata Yunani oikos
yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan nomos, atau
"peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai
"aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga".
Menurut seorang ahli ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT),
ilmu ekonomi atau ekonomi politik (politicale conomy) adalah suatu studi
tentang kegiatan-kegiatan yang dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup
atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antarmanusia.
Ilmu Ekonomi,
suatu ilmu yang mempelajari kebutuhan manusia yang selalu tidak terbatas
dengan alat-alat pemuasan yang selalu terbatas. Administrasi pun bergerak atas
prinsip yang sama karena tujuan organisasi pada hakikatnya tidak terbatas
sedangkan sumber-sumber yang tersedia atau mungkin tersedia selalu terbatas.
Ditinjau dari segi tujuan dan alat ini, antara ilmu ekonomi dan ilmu
administrasi berbeda hanya ditinjau dari segi objeknya saja.
Hubungan administrasi negara dengan
ilmu ekonomi yaitu efisiensi merupakan tujuan administrasi Negara. Efisiensi
dapat dicapai dengan cooperation (kerjasama) dan competition (kompetisi). Dalam
ilmu ekonomi dikemukakan bahwa dalam memenuhi kebutuhannya, manusia selalu
berkompetisi dan membutuhkan kerjasama.
Berdasarkan definisi-definisi ilmu
administrasi Negara, bahwa administrasi negara berfungsi melakukan penataan dan
pengaturan sistem ekonomi dalam suatu otoritas/pemerintahan agar terwujud
efisiensi dalam tata kelola perekonomian. Sedangkan keadaan ekonomi suatu
negara menunjukkan indikator keberhasilan penerapan administrasi Negara oleh
pemerintah Negara tersebut.
Administrasi Negara juga bertujuan
untuk mencapai kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum sangat berkaitan dengan
ekonomi. Bagaimana manusia berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhannya dengan
sumber daya/alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
Pada hakekatnya administrasi Negara
berarti keterlibatan Negara dalam masyarakat. Orientasi administrasi Negara
adalah non-profit. Di sini terlihat bahwa pelaku administrasi Negara berusaha
menciptakan pengaturan agar suatu lembaga non-profit oriented mampu menciptakan
kemakmuran pada masyarakat tanpa menghasilkan kerugian bagi lembaga itu
sendiri, contohnya Puskesmas dan Kantor Pos. Kesinergian ilmu ekonomi dan ilmu
administrasi Negara sangat berperan di sini.
Hubungan antara ilmu ekonomi dan ilmu
administrasi Negara juga terjadi dalam penyusunan anggaran belanja suatu
Negara. Di Indonesia disebut APBN (Anggaran Pembiayaan dan Belanja Negara).
Administrasi Negara berperan sebagai pengambil kebijakan dalam rancangan dan
persetujuan APBN. Begitu pula sebaliknya, ilmu ekonomi menentukan para alat
administrasi Negara dalam menentukan APBN karena APBN harus dibuat berdasarkan
keadaan ekonomi Negara dan kebutuhan-kebutuhan Negara, mulai skala prioritas
kecil sampai besar.
Antara Ilmu Administrasi dengan Ilmu
Ekonomi juga memperlihatkan hubungan yang sangat etar, saling melengkapi dan
bahkan kadang – kadang sering overloping (tumpang tindih) antara yang satu
dengan yang lain.
Administrasi bisa menjadi alat ekonomi
untuk mencapai sasaran yang diinginkan dan sebaliknya, ekonomi dapat digunakan
sebagai alat administrasi sehingga tercapainya tujuan yang direncanakan.seorang
pemimpin bisa memberikan solusi bagi masyarakatnya dalam mengatur management
publik dalam hal ini kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa, karena peran
pemerintah tak lepas dari yang namanya penstabil perekonomian negara.
2.4 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu hukum
Ilmu hukum dalam perpustakaan hukum
dikenal dengan nama “Jurisprudence” yang berasal dari kata “Jus”, Juris” yang
artinya hukum atau hak. “Prudence” berarti melihat kedepan atau mempunyai
keahlian, dan arti umum dari Jurisprudence adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari hukum.
Ilmu hukum, yaitu suatu
cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari norma-norma dan kaidah-kaidah yang
hidup di dalam masyarakat. Kelangsungan hidup yangteratur serta perkembangan
yang dinamis dari administrasi, hanyadapat dijamin apabilaia taat pada hukum tertulis
atau tidak tertulis yangberlaku. Ilmu hukum yangmempelajari norma-norma dan
kaidah-kaidah hidup di dalammasyarakat memberi input yang besar dalam
perkembangan studi administrasi. Salah satucabang ilmu hukum yangmempererat
huubungan antara administrasi dengan ilmu hukum ialahdalam disiplinilmu Hukum
administrasi Negara.
Hukum
Administrasi Negara itu merupakan hukum khusus hukum tentang organisasi negara
dan hukum perdata sebagai hukum umum. Pandangan ini
mempunyai dua asas yaitu pertama, negara dan badan hukum publik
lainnya dapat menggunakan peraturan-peraturan dari
hukum perdata, seperti peraturan-peraturan dari hukum perjanjian. Kedua, adalah
asas Lex Specialis derogaat Lex generalis,
artinya bahwa hukum khusus mengesampingkan hukum umum,
yaitu bahwa apabila suatu peristiwa hukum diatur baik oleh
Hukum Administrasi Negara maupun
oleh hukum Perdata, maka peristiwa itu diselesaikan berdasarkan Hukum
Administrasi negara sebagai hukum khusus, tidak
diselesaikan berdasarkan hukum perdata sebagai hukum umum.Terjadinya hubungan
antara Hukum Administrasi Negara dengan Hukum Perdata apabila :
1.
saat atau waktu terjadinya adopsi
atau pengangkatan kaidah hukum perdata menjadi
kaidah hukum Administrasi Negara.
2.
Badan Administrasi negara melakukan
perbuatan-perbuatan yang dikuasasi oleh hukum perdata .
3.
Suatu kasus dikuasai oleh hukum perdata
dan hukum administrasi negara maka kasus itu diselesaikan berdasarkan
ketentuan-ketentuan Hukum Administrasi Negara.
2.5 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu Sejarah
Istilah Sejarah berasal dari bahasa
Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon. Penggunaan kata tersebut dalam
konteks masa lalu mengacu pada pohon silsilah. Dalam hal ini arti sejarah itu
hanya mengacu pada masalah asal usul atau keturunan seseorang. Kata Sejarah
yang lebih dekat dengan pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu
Historia yang berarti Ilmu atau Orang pandai. Sedangkan dalam bahasa Inggris,
History yaitu masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman,Moh. Yamin,
mengatakan bahwa: sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil
penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan dengan kenyataan.Sedangkan
Administrasi secara luas dan sempit adalah Proses kerja sama
dua orang atau lebih untuk mencapai suatu
tujuan bersama dan atau suatu kegiatan catat mencatat,surat
menyurat, pembukuan, pengetikan dll.
Jadi, hubungan antara administrasi
dengan sejarah begitu erat kaitanya, sebab administrasi selalu mengalami
perubahan dari waktu ke waktu,hal ini yang
menyebabkan adanaya perubahan dalam administtrasi dari zaman dahulu
sampai sekarang. Dan telah mebuktikan bahwa perubahan
administrasi pada zaman dahulu itulah yang di sebut sejarah
perkembangan administrasi dan sesuai dengan pengertian
sejarah sebagai suatu kejadian yang terjadi pada masa lalu’.
Sejarah,yaitu
suatu ilmu yang menyelidiki keseluruhan dari
tindakan- tindakan manusia di
masa-masa yang lalu.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa terdapat
tali sejarah yang merakit perkembangan administrasi negara. Apa yang dicapai
dan diberikan oleh administrasi negara sekarang, tidak lepas dari upaya-upaya
yang tidak kenal lelah yang telah dilakukan oleh para peletak dasar dan
pembentuk administrasi yang dahulu. Administrasi modern penuh dengan usaha
untuk lebih menekan jabatan publik agar mempersembahkan segala kegiatannya
untuk mewujudkan kemakmuran dan melayani kepentingan umum.Karena itu,
administrasi negara tidak dipandang sebagai administrasi “of the public”,tetapi
sebaliknya adalah administrasi “for the public”.
Sejarah adalah kejadian-kejadian dan
peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi pada masa lampau.Hal tersebut menjadi
sejarah bagi kita pada masa sekarang. Begitu pula peristiwa-peristiwa yang
terjadi sekarang, akan menjadi sejarah bagi orang-orang pada waktu yang akan
datang.
Jadi hubungan nya dengan administrasi publik
pada umumnya, sebenarnya sejarah merupakan berbagai sistem administrasi pada
berbagai negara pada zaman lampau, sedangakan administrasi publik yang ada
dewasa ini akan menjadi sejarah bagi waktu-waktu mendatang.
2.6 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu Agama
Administrasi adalah suatu kegiatan kerja sama antara dua
orang atau lebih yang dilakukan secara rasional untuk mencapai tujuan tertentu
yg positif. Administrasi atau dikenal sekarang adalah administrasi
publik atau public adminstration adalah suatu
proses mengelola kepentingan-kepentingan atau masalah masyarakat/publik.
Proses ini mencakup 3 hal mendasar : formulasi (perumusan/pembuatan) kebijakan,
implementasi (pelaksanaan) kebijakan, dan evaluasi (penilaian)
terhadap perumusan dan pelaksanaan kebijakan tersebut dilapangan.
Formulasi menghasilkan norma-norma atau aturan yang harus
dilaksanakan
atau
diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk juga si pembuat kebijakan. Isi
dari kebijakan yang dibuat ini tentunya akan menuntun kepada
kemajuan sosial dan menjaga tata tertib masyarakat kalau ia
merujukpada kebenaran,keadilan, dan nilai-nilai lainnya. Karena itu proses administrasi
itu sangat erat dengan
nilai dimana
konsekuensinya proses administrasi selalu menuntut pertanggungjawaban
etis (etika).Etika yang biasanya sangat mempengaruhi adalah agama. Dalam agama
banyak sekali norma-norma dan nilai yg harus dipatuhi.
Menurut Geertz, agama adalah "sebuah simbol yang
berlaku untuk menetapkan suasana hati dan motivasi-motivasi yg kuat, yang
meresap, dan yang tahan lama dalam diri manusia dengan merumuskan konsep-konsep
mengenai suatu tatanan umum eksistensi dan membungkus. Jadi ada 5 poin penting
menurut Geertzyaitu:
1.
Agama itu simbol yg berlaku,
2.
Tujuannya menetapkan suanana hati dan
motivasi-motivasi yg kuat,
3.
caranya merumuskan konsep-konsep
mengenai suatu tatanan umum eksistensi,
4.
kemudian konsep tersebut dibungkus
dengan pancaran faktualitas,
5.
akibatnya suasana hati dan
motivasi-motivasi itu tampak khas dan nyata.
Berdasarkan definisi tersebut
agama itu bukan sesuatu yang hanya imajinasi yang tidak nyata, tetapi merupakan
suatu aturan kerja yang harus dikerjakan.Dengan demikian agama itu sesuatu yang
harus dipraktekkan bukan untuk kita-kita aja tapi juga kehidupan bersama,
termasuk administrasi publik.
2.7 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu Politik
Ilmu Politik, yaitu suatu ilmu yang mempelajari
percaturan kekuatan dan kekuasaan dalam masyarakat. Pada dasarnya administrasi
adalah “policy execution”. Dengan demikian administrasi harus meletakkan
dirinya kapada politik karena yang satu merupakan kontinuasi dari yang lain.
Hubungannya ada 4 yaitu :
1. Hubungan antara
administrasi negara dan ilmu politik telah berjalan lama, karena secara praktis
tidak ada batas yang tegas antara politik dan administrasi.
2. Orientasi
politik dalam studi administrasi negara meletakkan administrasi Negara sebagai satu
elemen dalam proses pemerintahan. Administrasi negara dipandangsebagai satu
aspek dari proses politik dan sebagai bagian dari sistem pemerintahan.
3. Munculnya
dikhotomi politik-administrasi sebenarnya merupakan gerakan koreksi terhadap
buruknya karakter pemerintah
Dalam perkembangannya, orientasi politik dalam studi
administrasi negara dikombinasikan dengan orientasi manajerial yang dikenal
dengan orientasi politik-manajerial, dan orientasi sosio-psikologis yang
dikenal dengan orientasi politik-sosio-psikologis.
Administrasi
negara dapat menempati tempat di jantung gerakan demokratisasi politik, asal
memenuhi paling tidak tiga persyaratan :
a. Mampu melakukan perencanaan
strategis yang menyeluruhseperti yang dilakukan di Taiwan seperti yang
dikemukakan Sun dan Gargan.
b. mempunyaistrukturorganisasi yang
tidakterlaluhirarkisdanparokialseperti yang dikemukakan O’Toole.
c. membebaskan diri dari pendekatan dan
kulturmiliteristik dalam melakukan pelayanan publik. Mengenai perencanaan
strategis, Indonesia mempunyai pengalaman dan institusi perencanaan seperti
Bappenas di tingkatpusat, dan Bappeda di tingkatdaerah.
Salah satu
konsep Ilmu Politik adalah negara, dan negara merupakan objek studi bagi Ilmu
Administrasi Negara yang memandang bahwa negara adalah organisasi modern yang membutuhkan
sistem administrasi (pengorganisasian) secara profesional demi mengatur
kehidupan masyarakat agar menjadi lebih baik. Berbagai solusi cerdas sebaga
iupaya memecahkan persoalan masyarakat di godok agar dapat dirumuskan
serangkaian alternatif kebijakan yang dapat dipilih oleh para policy maker melalui
proses politik yang sudah dijelaskan dalam bagan di atas. Serangkaian
alternatif kebijakan tersebutlah yang kitakenal dengan nama Kebijakan Publik
yang dalam teknis pelaksanaannya, Ilmu Administrasi Negaralah yang berperan
sangat penting.
Ahli-ahli
ilmu politik memberikan sumbangan dalam pengalokasian kekuasaan dan wewenang,
juga penyusunan konflik.Pandangan mereka yang paling diperhatikan adalah
tentang bagaimana seseorang memanipulasi kekuasaan (to manipulate power) untuk
kepentingan diri sendiri.Semakin banyak kitabelajar tentang politik (politics),
kekuasaan (power) dankonflik (conflict) merupakan realitas dalam aktivitas
organisasi. Hubunga nantara keduanya sangat erat sekali bahkan sangat sulit
dibedakan, sebab kebanyakan apa yang dilakukan administrasi negara dimulai
dengan konsep-konsep ilmu Politik. Namun ada perbedaan administrasi negara yang
dapat kita lihat disini adalah Ilmu politik merupakan teori dan pihak lain
sebagai suatu penerapan (praktek).
Ilmu politik memberikan sumbangan
objektif dari sisi teori dan prakteknya, salah satunya bagaimana pengalokasian
wewenang, politik dan penyusunan konflik, hal ini lah yang memberikan sumbangan
pemahaman teori dalam ilmu administrasi untuk menelaah lebih dalam realitas
sebuah organisasi. Dalam sisi prakteknya bisa kita lihat pada bagaimana suatu
birokrasi dan metode metode yang diberlakukan pada suatu adminstrasi dalam
suatu pemerintahan, dari kedua hal tersebut ilmu administrasi bisa kita artikan
bahwa ilmu administrasi memiliki essensial dengan ilmu hukum.
2.8 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu Seni
Administrasi sebagai ilmu (Science)
atau ilmu terapan, karena kemanfaatannya dapat dirasakan apabila
prinsip-prinsip, rumus-rumus, dalil-dalil diterapkan untuk meningkatkan mutu
pelbagai kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan administrasi sebagai
seni (Art) merupakan karya seseorang yang dipraktekkannya dengan baik yang
diperolehnya dari pengalaman tanpa sebelumnya mempelajari teori-teori
administrasi. la berhasil dan sukses melaksanakan tugasnya tanpa memperoleh
pendidikan tentang teori-teori dan asas-asas yang berkenaan dengan
administrasi. Walaupun demikian ia memperoleh kemahiran di dalam bidang
administrasi berdasarkan pengalaman di dalam melaksanakan tugasnya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa
Administrasi itu sebagai Ilmu dan juga sebagai Seni. Administrasi merupakan
seni yang memerlukan bakat, dan Administrasi juga merupakan ilmu yang
memerlukan pengetahuan ataupun pengalaman.
2.9 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu Psikologi
Sedemikian sempurnanya manusia diciptakan oleh Allah SWT,
sehingga selain jasmani di lengkapi pula dengan jiwa. Jiwa inilah
yang memiliki emosi dalam berbagai rasa ( taste) .
Jiwa adalah daya
hidup rohani yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur
bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior).
Karena jiwa tersebut tidak kelihatan maka yang di pelajari adalah
gejala jiwa, yaituapa yang keligatan dan dirasakan berupa tingkah laku
sehari-hari.
Perbedaan-perbedaan individu yang tidak begitu
mudah di ukurtetapi sering merupakan karakteristik-karateristik, atau
sifat-sifatindividu yang mudah terlihat yaitu apa yang mudah terlihat,yaitu apa
yang kita namakan watak( character )
dan kepribadian ( personality ) .
Mempelajari watak dan kepribadian setiap orang berarti mempelajari
berbagai jenis watak kepribadian manusia yang multikompleks ragamnya.
DouglasMac
Gregor dalam teori X dan Ynya membagi manusia, atau jenis manusia yang
perlu di dorong dan jenis manusia yag berinisiatif.
Dengan kajian ilmu jiwa ( psikologi) seperti ini membuat
kemajuan administrasi Negara semakin mapan karena akan dapat lebih mengetahui
bagaimana memotivasi seorang bawahan.
Misalnya seorang yang tidak memiliki kemauanbekerja apabila tidak ada yang
membimbing adalah kelompok yang tidak mempunyaiinisiatif. Menurut teori X, mereka
adalah kelompok yang perlusystem komando.
Oleh karena
itu, para admistraror Negara dapat memotivasinya dengan briefing
walaupun akan mealkukan one way traffic . sebaliknya, mereka yang
termasuk kelompok teori Y maka inisiatifnya perlu didukung dengan cara para
administrator Negara memberikan keleluasaan berkarya.
2.10 Hubungan Ilmu Administrasi
dengan Ilmu Sosiologi
Sosiologi
adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok (RouckdanWarren )
merupakan penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan
hasilnya, yaitu organisasi social ( William F.
Ogburn
dan Meyer F. Nimkoff )
Sosiologi
juga merupakan ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang
bersifat stabil ( J.A.A. Van Doorndan C.J
Lemmers ) . ilmu kemasyarakatan ini
juga ilmu yang mempelajari struktur social dan proses social, termasuk
perubahan-perubahan social ( Selo Soermardjansoermardi ).
Tanggapan para
ahli sosiologi terhadap Ilmu Administrasi Negara adalah
gejala-gejala yang timbul dalam pelayanan dari satu kelompok orang yang menyelenggarakan
public terhadap berbagai kelompok rakyat banyak yang diamdi layani , di
pandang sebagai usaha penataan masyarakat.
Dalam hal
ini perlu dilihat bahwa sejauh mana para administrator mampu dalam menganadaan teknik pendekatan
masyarakat. Sebaliknya juga perlu di lihatsejauh mana yang di perintah ( rakyat
) bersedia di pimpin, di urus , dan di aturdalam perhubungan antar manusia
dalam masyrakat Negara.
Jadi dalam
hal ini pemerintah juga di anggap salah satu dari beberapa
kelompok manusia.Hanya bedanya
pemerintah merupakan kelompok masyarakatyang memiliki kekuasaan untuk mengatur
dan memerintah.Kekuasaan ini dapat di jumpai ada interaksi social antar manusia ataupun antar kelompok, Karena mempunyai
beberapa unsur pokok, yaitu:
1.Adanya rasa takut,
2.Adanyapemujaan
3.Adanya rasa cinta, dan
4.Adanyakepercayaan
2.11 Hubungan
ilmu administrasi dengan ilmu informatika
Telah dimaklumi bahwa perkembangan
teknologi perlu dimanfaatkan dalam menerapkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan,
tidak terkecuali administrasi dan manajemen. Telah dimaklumi pula bahwa berkat
perkembangan teknologi komputer yang amat pesat, telah lahir suatu ilmu baru
yang dikenal dengan istilah informatika yang pada intinya menjadikan penanganan
informasi dengan menggunakan komputer sebagai fokus analisisnya.Jika pada
mulanya komputerdimanfaatkan untuk aplikasi yang sangat terbatas, seperti untuk
akuntan, kepegawaian khususnya pembuatan daftar gaji dan logistik, dewasa ini
tidak demikian. Aplikasi komputer sudah mencakup semua aspek administrasi dan
manajemen, terutama yang menyangkut proses pengambilan keputusan yang
memerlukan perhitungan-perhitungan yang rumit. Kenyataan ini jelas terlihat
bukan hanya dalam perangkat keras komputer yang semakin canggih, dalam
kemampuan mengolah data dan mengerjakan kalkulasi yang semakin rumit dengan
kecepatan yang semakin tinggi, akan tetapi juga dalam pengembangan perangkat
lunak (dalam bentuk program) yang memungkinkan aplikasi komputer semakin
beraneka ragam. Dengan pesatnya perkernbangan informatika tersebut sehingga
dapat dikatakan tidak ada lagi segi-segi kehidupan organisasional yang tidak
disentuh oleh perkembangan tersebut, tidak hanya organisasi yang berskala besar
juga organisasi berskala kecil.
Hal-hal yang dikatakan diatas berarti bahwa seorang
administrator dan administratist hanya dapat dikatakan sebagai seorang
administrator dan administratist yang baik apabila ia memiliki paling sedikit
pengetahuan dasar tentang ilmu-ilmu yang disebut di atas. Di samping itu, jika
seorang administrator dan administratist memiliki pengetahuan dasar tentang
ilmu-ilmu tersebut, ia akan mempunyai pandangan yang luas terhadap masyarakat
yang harus dilayani oleh administrasi. Tambahan pula dengan pengetahuan yang
demikian ia akan memiliki semakin banyak instrumen untuk memecahkan masalah
yang dihadapinya dan dengan demikian kemungkinan besar ia akan dapat menemukan
pemecahan yang lebih baik pula. Lingkungan dalam Administrasi Administrasi dan
manajemen tidak pernah beroperasi dalam suasana kekosongan. Proses administrasi
dan manajemen dimaksudkan untuk melayani masyarakat dalam usaha masyarakat itu
memuaskan kebutuhannya. Setiap masyarakat telah mempunyai norma-norma tertentu
yang berlaku bagi masyarakat tersebut.
Hubungan
ilmu administrasi dengan ilmu ini adalah ilmu informatika menunjang
administrasi karena dapat digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan
dengan teknologi.
2.12 Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu eksak
Para ahli matematika memberikan kemudahan kepada ilmu Administrasi untuk
merealisasikan dalam menentukan keputusan,salah satu contohnya adalah
diciptakannya statistik untuk mengatur sebuah resiko dan ketidakpastian.Dari
kesebelas ilmu yang dikaitkan menerangkan bahwa ilmu adminstrasi bersifat
deskriptif, jika tidak didukung oleh berbagai pemahaman dari disiplin ilmu yang
ada, namun seiring berkembangnya zaman, semua ilmu saling melangkapi satu sama
lain, ini menjadikan ilmu administrasi menjadi fenomena yang nyata dalam
kehidupan sehari hari.
Hubungan ilmu administrasi dengan ilmu eksak adalah ilmu eksak mendukung
ilmu administrasi untuk merealisasikan dalam menentukan sebuah resiko dan
ketidakpastian dalam kehidupan sehari hari.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ilmu
administrasi merupakan fenomena masyarakat modern dengan objek materialnya
adalah manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, yang mengandung
banyak sifat ilmu social dalam metode studinya, sehingga ilmu administrasi
tergolong sebagai salah satu cabang ilmu sosial, seperti halnya dengan ilmu
politik, ilmu hokum, ilmu ekonomi, ilmu sosiologi, ilmus ejarah, ilmu jiwa
social, dan sebagainya.
3.2 Saran
Dengan penulisan makalah ini diharapkan pembaca dapat
memahami hubungan administrasi dengan ilmu-ilmu lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Sumber buku : Pengantar Ilmu
Administrasi, Drs.I. Machmud,M.Si , penerbit SWAGATI PRESS

Komentar
Posting Komentar