PENGERTIAN ILMU ADMINISTRASI



PENGERTIAN ILMU ADMINISTRASI , UNSUR DAN FAKTOR LINGKUNGAN ADMINISTRASI 

Diajukan kepada Bapak  Yanto Heriyanto,S.Sos,M.Si Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi Negara


                                                                   Nama : Herlawati         
                                                                   NPM :  117090019
                                                                    kelas  : 1 A. AN



PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG DJATI
CIREBON
2018


BAB I
PENDAHULUAN
Istilah administrasi di dalam masyarakat Indonesia bukan lagi merupakan istilah baru, dikenal sejak zaman hindia belanda sampai sekarang ini. Masyarakat mengenal “administrasi”, karena banyak anggota masyarakat melakukan hubungan kerja dengan kantor-kantor pemerintah.
            Sehubungan dengan makin dikenalnya istilah administrasi oleh masyarakat Indonesia, timbullah masalah-masalah baru, apakah istilah tersebut sudah memberikan pengertian yang tepat? Atau dengan kata lain apakah istilah administrasi sudah mempunyai pengertian yang sama diantara para ahli?
            Pada hakekatnya manusia selalu membutuhkan orang lain. Dan manusia tidak ada yang tidak mempunyai tujuan. Apabila sejumlah orang berkelompok hendak bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu maka diperlukan adanya penataan dari usaha kerja sama tersebut. Serangkaian kegiatan penataan tersebut dikemukakan dengan istilah yaitu “administrasi”.
            Dengan demikian kita sudah mendapat gambaran bahwa administrasi tidaklah hanya sekedar pekerjaan tulis menulis, surat menyurat, melainkan segenap kegiatan atau pengaturan yang dilakukan untuk menata dan menjalin kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu
            Jadi meliputi setiap kegiatan manusia tidak bisa lepas dari administrasi. Untuk itu marilah kita sama-sama membahas atau mempelajari tentang “administrasi”.






BAB II
PENGERTIAN ADMINISTRASI
1.      Definisi Administrasi
Pengertian administrasi ada beberapa pendapat, yaitu antara lain:
a.       Ordway Tead, dalam bukunya “The Art of Administration” administrasi meliputi kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh pejabat-pejabat eksekutif dalam setiap organisasi yang bertugas mengatur, memajukan dan melengkapi usaha kerja sama sekumpulan orang yang sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu.
b.      Leonard D.White dalam bukunya “introduction to the study of public administration” dirumuskan sebagai kegiatan sekelompok orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.
c.       Dr. Sondang P. Siagian dalam bukunya “filsafat administrasi”. Administrasi sebagai keseluruhan proses kerjasama antara dua prang manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Setelah mengetahui beberapa definisi maka ciri-ciri administrasi :
a.       Adanya kelompok manusia ( dua orang manusia atau lebih)
b.      Adanya kerjasama dari kelompok tersebut
c.       Adanya bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan
d.      Adanya kegiatan/proses/usaha
e.       Adanya tujuan
2.      Administrasi dalam arti sempit
Yaitu yang berasal dari kata “administratie” ( bahasa belanda) yang meliputi kegiatan  mencatat, surat menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan.
3.      Administrasi Sebagai Ilmu dan Seni
Sebagai bukti bahwa administrasi sebagai ilmu adalah sebagai berikut:
a.       Penelaahan sebagai suatu ilmu, karena administrasi dapat dikaji secara ilmiah, dimana administrasi memiliki 8 unsur dan sangan bermanfaat bagi orang-orang yang melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan.
b.      Pengetahuan pada dasarnya adalah suatu yang diketahui. Suatu ilmu apapun senantiasa membahas pokok permasalahan tertentu, baik yang berupa abstrak, benda/fisik ataupun gejala kemasyarakatan.
c.       Pokok persoalan tidak cukup memadai untuk menjelaskan bahwa pengetahuan itu sebagai ilmu, maka perlu adanya sesuatu hal atau segi lain yang kita namakan titik pusat perhatian. Titik perhatian dalam administrasi adalah “penataan” untuk mencapai “efisiensi” yang artinya menggambarkan adanya perbandingan terbaik antara usaha dengan hasil kerja yang dicapai oleh usaha itu.
d.      Dengan demikian maka pengetahuan dapat dikatakan suatu ilmu apabila mempunyai cirri-ciri sebagai berikut
-          Empiris , pengetahuan yang diperoleh harus berdasarkan pengamatan dan pencobaan-pencobaan.
-          Sistematis, berarti bahwa berbagai keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan yang mempunyai hubungan ketergantungan yang terikat oleh azas tata tertib tertentu diantara bagian bagiannya.
-          Obyektif, artinya bahwa pengetahuan bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. Obyektifitas ilmu memasyarakatkan bahwa kumpulan ilmu pengetahuan itu harus sesuai dengan obyeknya dan tidak boleh dipengaruhi oleh keinginan si penelaah. Jadi ilmu administrasi adalah ilmu yang berdasarkan fakta yang nyata dan dapat diperiksa kebenarannya.
-          Analitis, berarti bahwa bahwa pengetahuan ilmiah itu berusaha membeda-bedakan pokok persoalan ke dalam bagian-bagian yang terperinci. Oleh karena itu ilmu administrasi dapat dianalisa, sehingga menjadi bagian bagian yang masing masing tumbuh menjadi ilmu sebagai cabang dari ilmu administrasi.
-          Dapat diperiksa kebenarannya, ciri terakhir dari ilmu ini dapat kita ikuti pendapat George simpson yang menyatakan bahwa: ilmu adalah pengetahuan yang telah diperiksa kebenarannya, yaitu pengetahuan yang dapat dipelajari dan disampaikan kepada orang lain. Ilmu senantiasa mengarah pada tercapainya kebenaran, ilmu dikembangkan oleh manusia untuk menemukan suatu nilai luhur dalam kehidupan manusia yang dinamakan kebenaran ilmiah. Tetapi dengan demikian ilmu administrasi telah memiliki 2 sifat, yaitu:
-          Netral: yaitu tidak mengandung nilai nilai baik atau buruk, susila atau asusila. Maka sifat ini sesuai dengan salah satu cirri dari ilmu adalah obyektif.
-          Tidak dapat menyusun hukum-hukum yang sangat eksak, seperti halnya ilmu alam, karena ilmu administrasi bersangkutan dengan manusia yang bersifat dinamis.

4.      Administrasi & Manajement
Dengan perkataan lain hingga sekarang terjadi perdebatan tentang apakah administrasi lebih luas dari manajement atau sebaliknya dan perdebatan tersebut diperkirakan akan terus berlangsung dimasa yang akan datang. Dalam perdebatan tersebut ada 3 kelompok:
-          Yang berpendapat bahwa administrasi lebih luas dari pada manajement merupakan bagian dan bahkan menjadi cirri administrasi.
-          Mereka yang berpendapat bahwa manajement lebih luas dari administrasi. Sesungguhnya pendapat ini dapat dibenarkan, hanya apabila administrasi diartikan secara sempit yang hanya mencakup kegiatan-kegiatan ketatausahaan, korespondensi, kearsipan dan sejenisnya.
-          Mereka yang berpendapat bahwa administrasi dan manajement merupakan sinonim dan karena itu penggunaannya dapat silih berganti tanpa kehilangan maknanya.
Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat yang tidak membedakan arti administrasi dan manajement :
1.      Pendapat yang mempersamakan arti administrasi dan manajement:
a.       William H. Newman, dalam bukunya “administratie Action” jelas-jelas tidak membedakan antara administrasi dan manajement.
b.      M.E. Dimock, dalam bukunya “public Administration” mengemukakan dua kata yang saling kait mengkait. Ia memberikan definisi administrasi sebagai berikut: administrasi/management adalah suatu pendekatan yang terencana terhadap pemecahan semua macam masalah yang kebanyakan terdapat pada setiap individu atau kelompok , baik Negara maupun swasta.
2.      Pendapat yang membedakan arti administrasi dan management:
Dalton E. Mc Forland dalam bukunya “management” membedakan arti administrasi dan management sebagai berikut: administrasi ditujukan terhadap penentuan tujuan pokok dan kebijaksanaannya, sedangkan management ditujukan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan maksud menyelesaikan /mencapai tujuan dan pelaksanaan kebijaksanaan.

5.      Pokok-Pokok Pikiran Dalam Administrasi
Pokok-pokok pikiran dalam administrasi, tentunya kita kembali pada kesimpulan pengertian administrasi sebagai kegiatan penataan untuk mencapai tujuan yang diinginkan atau ditentukan sebelumnya.
Sehingga dengan kesimpulan pengertian administrasi, diperoleh kiranya ditarik beberapa pokok pikiran yang terkandung dalam batasan pengertian administrasi, yaitu antara lain:
1.      Administrasi merupakan “kegiatan penataan”
Rangkaian kegiatan penataan ini merupakan suatu cirri yang membedakan kegiatan administrasi dengan kegiatan lainnya yang juga dilakukan sekelompok orang atau dapat dikatakan bahwa rangkaian kegiatan penataan ini terdiri dari beberapa kegiatan penataan. Wujud kegiatan penataan ini yaitu berupa:
-          Merencanakan kegiatan-kegiatan yang perlu dikerjakan
-          Menyusun dan membagi-bagi pekerjaan
-          Menyaipkan dan menyelaraskan kegiatan kegiatan secara harmonis dan mengendali
-          Menetapkan hubungan kerjasama hierarchis.

2.      Kegiatan penataan itu dilakukan oleh “kelompok orang”
Yang dimaksud dengan kelompok orang dalam administrasi ialah kumpulan orang-orang yang batas jumlahnya paling sedikit 2 orang, paling banyak tidak terbatas. Proses administrasi baru terjadi kalau yang melaksanakan kelompok orang. Jadi kalau ada 2 orang manusia atau lebih bersepakat bekerjasama dalam suatu ikatan formal untuk mencapai suatu tujuan bersama, maka disini sudah timbul administrasi
3.      Administrasi merupakan “usaha kerjasama” dari kelompok
Yang dimaksud usaha kerjasama diantara sekelompok orang dalam administrasi ialah suatu usaha yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu. Kerjasama diantara kelompok orang tersebut dalam rangka mencapai tujuan bersama, adakalanya  bersifat sukarela dan ada kalanya dipaksakan atau antagonistis.
4.      Usaha kerja sama itu “mempunyai tujuan yang ingin di capai”
     Yang dimaksud dengan tujuan  dalam administrasi adalah kebutuhan, baik jasmani maupun rohani yang diperjuangkan dengan perbuatan-perbuatan nyata agar dapat dipenuhi kebutuhan rohani antara lain, misalnya pemberian jasa, pendidikan, dsb. Tujuan dalam usaha kerjasama sekelompok orang ini yang menentukan atau yang terlibat menentukan antara lain:
-          Semua orang yang terlibat dalam usaha kerjasama itu atau dengan kata lain semua pegawai/anggota organisasi. Hal ini bisa dilakukan di dalam organisasi yang masih sederhana dan yang terdiri dari beberapa orang saja.
-          Hanya sebagian saja dan orang-orang yang terlihat dalam usaha kerjasama tersebut. Misalnya organisasi yang telah besar. Maka tidak seluruh anggota atau pegawai organisasi tersebut dapat menentukan tujuan organisasi, melainkan sebagian dari mereka, yakni para pemimpinnya yang membuat dan menetapkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
-          Pihak luar organisasi kadangkala turut mempengaruhi yakni dalam hal organisasi tidak dapat menentukan sendiri tujuan itu.
Dengan melihat tentang pokok-pokok pikiran yang terkandung didalam administrasi, maka jelaslah bahwa administrasi tidah hanya sekitar pekerjaan membuat, mengirim dan menyimpan surat-surat saja tetapi lebih dari itu, meliputi segenap proses penyelenggaraan , penataan , penyusunan, pekerjaan-pekerjaan pokok suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi dalam hal ini administrasi dapat diterapkan pada usaha-usaha kelompok besar maupun kecil, baik Negara maupun swasta, sipil maupun militer dan penyebabnya mengikuti terdapat dimana administrasi diterapkan. Oleh karena orang-orang yang menyebutnya sesuai dengan tempat penerapannya, misalnya administrasi perusahaan, administrasi social, administrasi Negara, dsb. Khususnya dengan kaitannya dengan tujuan Negara, banyak diantara para sarjana yang masih belum ada kesepakatan tentang pengertian administrasi. Diindonesia dapat dilihat adanya 3 pendapat dalam hal ini, antara lain:
-          Pendapat UGM yang jelas membedakan antara kegiatan menentukan tujuan dengan kegiatan pelaksanaannya
-          Pendapat Prof.Arifin Abdurachman, J. wayong, Prof. Prayudi Atmosudirdjo, kegiatan-kegiatan menetapkan tujuan itu termasuk kegiatan administrasi , khususnya dalam kaitannya dengan tujuan Negara.
-          Pendapat yang menganggap sulit memisahkan proses politik dengan proses administrasi , seperti yang dikemukakan oleh Bintoro Tjokro Amidjojo.
Oleh karena itu selain belum adanya kesepakatan, di Indonesia sendiri istilah administrasi dapat diberikan pengertian yang berbeda-beda . seperti Prof. Arifin Abdurachman, dalam bukunya “theory pengembangan dan filosoft kepemimpinan kerja” membedakan 3 aspek dari administrasi, yaitu:
-          Aspek formulasi kebijaksanaan
-          Aspek management
-          Aspek pelaksanaan
Begitu pula Drs. The Liang Gie dalam bukunya “pengertian administrasi di Indonesia” yaitu:
-          Administrasi diartikan sebagai suatu proses atau kegiatan
-          Administrasi diartikan sebagian kegiatan tata usaha
-          Administrasi diartikan sebagai administrasi Negara atau pemerintahan.
     Adapun pengertian yang ketiga yaitu sebagai administrasi Negara atau pemerintahan timbul karena pengaruh tata hukum belanda yang sampai sekarangpun masih banyak dirasakan. Ditambah lagi karena pengaruh kepustakaan politik Amerika Serikat yang didapatkan oleh sarjana Indonesia ketika berkesempatan belajar di Amerika
     Di amerika serikat istilah administrasi sebagian besar diartikan sebagai suatu proses semacam ini diartikan kedalam kegiatan Negara atau pemerintahan. Maka itulah sebagai administrasi Negara/pemerintahan. Dalam hal ini prof. Dr. Mr. Prajudi Atmosudirdjo, membedakan administrasi dari 3 sudut bahasan, yaitu:
-          Administrasi sebagai suatu proses
-          Administrasi sebagai kepranataan/institusional
-          Administrasi dalam arti fungsional
     Sebagai suatu proses, administrasi berarti keseluruhan proses yang berupa kegiatan-kegiatan, pemikiran-pemikiran, pengaturan-pengaturan sejak dari penentuan tujuan hingga pencapaian tujuan.
     Sebagai instutisional administrasi adalah keseluruhan atau kelompok orang yang sebagai suatu kesatuan menjalankan proses kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.

















BAB III
UNSUR-UNSUR ADMINISTRASI & FAKTOR LINGKUNGAN
A.    Unsur-unsur administrasi
     Bahwasannya unsur-unsur administrasi itu berbeda dengan factor dalam hubungannya dengan administrasi. Oleh karena kalau mengatakan factor administrasi adalah lebih luas daripada unsure-unsur administrasi, karena sekumpulan factor-faktor itu merupakan penyebab timbulnya suatu hal lain yang merupakan kebetulan. Adapun unsur adalah bagian dari suatu kebetulan. Tidak adanya unsur bukan berarti sesuatu kejadian atau sesuatu akibat itu tidak ada.
     Unsur-unsur administrasi yang merupakan konsepsi badan pembinaan administrasi ( BPA ) terdiri dari 8 unsur, yaitu:
1.      Organisasi
     Organisasi sebagai salah satu unsur administrasi yang menunjukkan adanya suatu proses penataan, pengaturan, penyusunan, pembagian kerja dari usaha kerjasama.
Pengorganisasian ini adalah rangkaian kegiatan atau aktivitas yang meliputi:
-          Penyusunan bentuk daripada usaha kerjasama.
-          Menggolong-golongkan tindakan yang harus dijalankan. Dalam bentuk kesatuan-kesatuan kerja tertentu.
-          Menentukan tugas pekerjaan orang-orang yang tergabung dalam usaha kerjasama
-          Membagi-bagikan wewenang masing-masing pelaksana
-          Menentukan jalinan hubungan kerja diantara mereka serta seluruh perintah dan tanggung jawab.
2.      Management
     Unsur kedua administrasi ini mempunyai pengertian sebagai aktivitas menggerakan segenap orang dan mengarahkan semua fasilitas yang dipunyai oleh sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Pengertian fasilitas disini antara lain alat-alat, benda-benda, ruang tempat kerja, waktu, dsb. Aktivitas semacam ini sama dengan kegiatan usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan dengan perincian tugas memimpin, yaitu antara lain:
-          Kegiatan perencanaan
-          Membuat keputusan terhadap masalah yang timbul
-          Membimbing para bawahan
-          Mengkoornisasikan satuan-satuan pekerjaan dan pelaksanaan kerja
-          Mengandalkan pelaksanaan kerjasama yang di lakukan
-          Melakukan penyempurnaan baik bentuk organisasi maupun tata kerja usaha kerjasama tersebut.
3.      Komunikasi
     Komunikasi menurut pendapat Charles E. Redfleld didalam bukunya “Ccommunication in management” diartikan sebagai suatu proses penyampaian berita dari sumber berita ke suatu tujuan tertentu.
Pengertian semacam ini menunjukkan komunikasi itu dalam arti yang luas dan umum, artinya komunikasi itu dapat diterapkan hamper pada segi aktivitas kehidupan manusia. Dan kalau dikaitkan dengan administrasi sebagai unsurnya, maka komunikasi ialah “ suatu proses penyampaian berita dari sumber berita ke penerima” jadi komunikasi administrasi adalah suatu kegiatan yang memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
-          Ada berita atau warta
-          Ada sumber berita
-          Terjadi dalam setiap usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan.
4.      Kepegawaian
     Unsur ini merupakan suatu kegiatan yang mengurus tenaga kerja manusia, dengan perincian kegiatannya meliputi:
-          Sejak mulai penerimaan, penempatan
-          Pembimbingan, peningkatan sampai dengan pemberhentian atau pension atau tidak pension. Perincian kegiatan ini dapat dikatakan sebagai kegiatan kepegawaian.
5.      Keuangan
     Keuangan merupakan unsure yang dapat membantu tercapainya sesuatu tujuan, karena tanpa uang hamper dikatakan tidak dapat tercapainya suatu tujuan yang tentunya disini dititik beratkan masalah pengelolaannya. Pengelolaan keuangan yaitu dimulai dari menentukan sumber didapat, dan kemudian cara menggunakan uang, kalau sudah didapat dan cara mempertanggung jawabkan secara syah dan efisien administrasi keuangan.
6.      Perbekalan
     Perbekalan/ peralatan/ logistic adalah kegiatan yang mengurus tentang barang-barang perbekalan yang dapat membantu terlaksananya sesuatu kegiatan dari kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.proses mengurus barang-barang dimulai dari kebutuhan barang-barang, pengadaan dan penyediaan barang, pemakaian dan pemeliharaan barang sampai dengan penghapusan disebut administrasi perbekalan/logistic
7.      Tata Usaha
     Unsur ini bersasarkan pada bahan-bahan keterangan yang diperlukan oleh organisasi. Penataan/pengaturan bahan keterangan mulai dari saat menghimpun, mencatat bahan-bahan keterangan sampai dengan mengola, mengirim dan menyimpan keterangan. Yang dimaksud keterangan disini ialah pengetahuan tentang sesuatu hal atau peristiwa yang diperoleh terutama melalui pembacaan atau pengamatan. Sedangkan pengetian tata usaha semacam ini ada kalanya dinamakan pekerjaan kertas atau pekerjaan kantor.
8.      Perwakilan atau Hubungan Masyarakat
     Unsur yang terakhir ini merupakan suatu aktivitas yang berusaha untuk menjaga hubungan baik atau jalinan, baik antara organisasi yang lainnya. Kegiatan yang pokok didalam humas ini ialah bagaimana caranya menjaga atau menjalin hubungan yang baik antara suatu organisasi dengan organisasi lainnya. Karena hakekat organisasi itupun seperti manusia hidup, tidak bisa hidup sendirian harus membutuhkan kerjasama dengan pihak lain.
     Dari kedelapan unsure tadi merupakan suatu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan dan dibeda-bedakan dengan tegas, wewenang dalam praktek kadang sering terjadi tumpang tindih, yang mana sesuatu kegiatan sering terjadi dianggap tergolong lebih dari satu untur, bahkan juga mengandung 8 unsur.
Selain daripada itu bahwasannya setiap kegiatan penataan yang dilakukan dalam satu organisasi tidak lepas dari pengaruh lingkungan.

B.     Factor Lingkungan
     Factor lingkungan berpengaruh dan ikut menentukan apakah suatu administrasi akan berhasil mencapai tujuannya atau tidak. Factor-faktor lingkungan yang harus diperhatikan tersebut antara lain:
1.      Falsafah Negara
     Merupakan tali pengikat bagi seluruh warga Negara untuk bertindak. Karenanya administrasi pun dalam membina falsafah administrasi harus menyelaraskan dengan falsafah Negara. Artinya falsafah administrasi harus merupakan falsafah Negara yang ditetapkan dalam bidang administrasi.
2.      System politik yang dianut oleh Negara yang bersangkutan
     Karena administrasi merupakan proses lanjutan daripada politik, maka politik administrasi harus merupakan lanjutan politik Negara. Administrasi Negara misalnya, tidak ada netralitas politik, karena politiknya harus seirama dengan politik Negara. Demikian juga kegiatan bidang keniagaan harus seirama kepada politik perekonomian Negara.
3.      Tingkat pembangunan ekonomi yang telah dicapai
     Tingkat taraf kehidupan rakyat akan sangat menentukan apa yang mereka dapat kerjakan, apa sifat disiplin kerja yang hendak dilaksanakan, system prioritas apa yang harus dicapai serta pengarahan penggunaan sumber yang bahaimana yang harus ditaati.
4.      Tingkat pendidikan rakyat
     Tingkat pendidikan rakyat yang telah dicapai oleh rakyat sebagai factor ekologis berarti bahwa dalam proses komunikasi dalam administrasi dan management harus diperhatikan gaya bahasa yang dipergunakan, cara menyampaikan berita, intruksi, perintah informasi dan bimbingan. Kalau tidak, maka besar kemungkinan proses komunikasi ini tidak akan berjalan dengan baik.
5.      Bahasa
     Disamping bahasa sebagai alat komunikasi, juga mempunyai peranan penting lainnya, yaitu sebagai tali pengikat dalam usaha membina kesatuan dan persatuan. Secara administrative bahasa merupakan alat yang sangat penting dalam menciptakan suatu “ frame of reference” dalam bidang administrasi.
6.      Agama
     Salah satu factor yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah karena manusia itu mempunyai beragama. Kemampuan beragama itu mengakibatkan manusia mempunyai martabat yang tinggi.
7.      Letak ( geografis )
     Cara menjalankan administrasi dan manajement akan berbeda pada suatu Negara kepulauan seperti Indonesia, apabila dibandingkan dengan suatu Negara daratan ( india ), 2 faktor yang mempengaruhi yaitu factor komunikasi dan transportasi.
8.      Struktur masyarakat
     Proses administrasi dan manajement lebih mudah dijalankan dalam suatu masyarakat homogeny dibandingkan dengan masyarakat yang heterogen. Maka struktur masyarakat sebagai factor ekologis menentukan pula sifat dan ruang lingkup dari administrasi yang dapat dijalankan.
Sumber buku : Pengantar Ilmu Administrasi, Drs.I. Machmud,M.Si , penerbit SWAGATI PRESS

Komentar

Postingan populer dari blog ini

makalah hubungan ilmu administrasi dengan ilmu lainnya

TEMA PARIWISATA " SISTEM INFORMASI MANAJEMEN"