PENGERTIAN ILMU ADMINISTRASI
PENGERTIAN
ILMU ADMINISTRASI , UNSUR DAN FAKTOR LINGKUNGAN ADMINISTRASI
Diajukan kepada Bapak Yanto Heriyanto,S.Sos,M.Si Untuk memenuhi
tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Administrasi Negara
Nama
: Herlawati
NPM : 117090019
kelas : 1 A. AN
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI
NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG DJATI
CIREBON
2018
BAB I
PENDAHULUAN
Istilah
administrasi di dalam masyarakat Indonesia bukan lagi merupakan istilah baru,
dikenal sejak zaman hindia belanda sampai sekarang ini. Masyarakat mengenal
“administrasi”, karena banyak anggota masyarakat melakukan hubungan kerja dengan
kantor-kantor pemerintah.
Sehubungan dengan makin dikenalnya
istilah administrasi oleh masyarakat Indonesia, timbullah masalah-masalah baru,
apakah istilah tersebut sudah memberikan pengertian yang tepat? Atau dengan
kata lain apakah istilah administrasi sudah mempunyai pengertian yang sama
diantara para ahli?
Pada hakekatnya manusia selalu
membutuhkan orang lain. Dan manusia tidak ada yang tidak mempunyai tujuan.
Apabila sejumlah orang berkelompok hendak bekerjasama untuk mencapai tujuan
tertentu maka diperlukan adanya penataan dari usaha kerja sama tersebut.
Serangkaian kegiatan penataan tersebut dikemukakan dengan istilah yaitu
“administrasi”.
Dengan demikian kita sudah mendapat
gambaran bahwa administrasi tidaklah hanya sekedar pekerjaan tulis menulis,
surat menyurat, melainkan segenap kegiatan atau pengaturan yang dilakukan untuk
menata dan menjalin kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk
mencapai tujuan tertentu
Jadi meliputi setiap kegiatan
manusia tidak bisa lepas dari administrasi. Untuk itu marilah kita sama-sama
membahas atau mempelajari tentang “administrasi”.
BAB II
PENGERTIAN ADMINISTRASI
1.
Definisi
Administrasi
Pengertian
administrasi ada beberapa pendapat, yaitu antara lain:
a. Ordway
Tead, dalam bukunya “The Art of Administration” administrasi meliputi
kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan oleh pejabat-pejabat eksekutif dalam
setiap organisasi yang bertugas mengatur, memajukan dan melengkapi usaha kerja
sama sekumpulan orang yang sengaja dihimpun untuk mencapai tujuan tertentu.
b. Leonard
D.White dalam bukunya “introduction to the study of public administration”
dirumuskan sebagai kegiatan sekelompok orang-orang yang bekerjasama untuk
mencapai tujuan tertentu.
c. Dr.
Sondang P. Siagian dalam bukunya “filsafat administrasi”. Administrasi sebagai
keseluruhan proses kerjasama antara dua prang manusia atau lebih yang
didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Setelah
mengetahui beberapa definisi maka ciri-ciri administrasi :
a. Adanya
kelompok manusia ( dua orang manusia atau lebih)
b. Adanya
kerjasama dari kelompok tersebut
c. Adanya
bimbingan, kepemimpinan dan pengawasan
d. Adanya
kegiatan/proses/usaha
e. Adanya
tujuan
2.
Administrasi
dalam arti sempit
Yaitu yang berasal dari kata “administratie” (
bahasa belanda) yang meliputi kegiatan mencatat,
surat menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik dan sebagainya yang bersifat
teknis ketatausahaan.
3.
Administrasi
Sebagai Ilmu dan Seni
Sebagai bukti bahwa administrasi sebagai ilmu adalah
sebagai berikut:
a. Penelaahan
sebagai suatu ilmu, karena administrasi dapat dikaji secara ilmiah, dimana
administrasi memiliki 8 unsur dan sangan bermanfaat bagi orang-orang yang
melakukan kerjasama untuk mencapai tujuan.
b. Pengetahuan
pada dasarnya adalah suatu yang diketahui. Suatu ilmu apapun senantiasa
membahas pokok permasalahan tertentu, baik yang berupa abstrak, benda/fisik
ataupun gejala kemasyarakatan.
c. Pokok
persoalan tidak cukup memadai untuk menjelaskan bahwa pengetahuan itu sebagai
ilmu, maka perlu adanya sesuatu hal atau segi lain yang kita namakan titik
pusat perhatian. Titik perhatian dalam administrasi adalah “penataan” untuk
mencapai “efisiensi” yang artinya menggambarkan adanya perbandingan terbaik
antara usaha dengan hasil kerja yang dicapai oleh usaha itu.
d. Dengan
demikian maka pengetahuan dapat dikatakan suatu ilmu apabila mempunyai
cirri-ciri sebagai berikut
-
Empiris , pengetahuan yang diperoleh
harus berdasarkan pengamatan dan pencobaan-pencobaan.
-
Sistematis, berarti bahwa berbagai
keterangan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan yang mempunyai
hubungan ketergantungan yang terikat oleh azas tata tertib tertentu diantara
bagian bagiannya.
-
Obyektif, artinya bahwa pengetahuan
bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. Obyektifitas ilmu
memasyarakatkan bahwa kumpulan ilmu pengetahuan itu harus sesuai dengan
obyeknya dan tidak boleh dipengaruhi oleh keinginan si penelaah. Jadi ilmu
administrasi adalah ilmu yang berdasarkan fakta yang nyata dan dapat diperiksa
kebenarannya.
-
Analitis, berarti bahwa bahwa
pengetahuan ilmiah itu berusaha membeda-bedakan pokok persoalan ke dalam
bagian-bagian yang terperinci. Oleh karena itu ilmu administrasi dapat
dianalisa, sehingga menjadi bagian bagian yang masing masing tumbuh menjadi
ilmu sebagai cabang dari ilmu administrasi.
-
Dapat diperiksa kebenarannya, ciri
terakhir dari ilmu ini dapat kita ikuti pendapat George simpson yang menyatakan
bahwa: ilmu adalah pengetahuan yang telah diperiksa kebenarannya, yaitu
pengetahuan yang dapat dipelajari dan disampaikan kepada orang lain. Ilmu
senantiasa mengarah pada tercapainya kebenaran, ilmu dikembangkan oleh manusia
untuk menemukan suatu nilai luhur dalam kehidupan manusia yang dinamakan
kebenaran ilmiah. Tetapi dengan demikian ilmu administrasi telah memiliki 2
sifat, yaitu:
-
Netral: yaitu tidak mengandung nilai
nilai baik atau buruk, susila atau asusila. Maka sifat ini sesuai dengan salah
satu cirri dari ilmu adalah obyektif.
-
Tidak dapat menyusun hukum-hukum yang
sangat eksak, seperti halnya ilmu alam, karena ilmu administrasi bersangkutan
dengan manusia yang bersifat dinamis.
4.
Administrasi
& Manajement
Dengan perkataan lain hingga sekarang terjadi
perdebatan tentang apakah administrasi lebih luas dari manajement atau
sebaliknya dan perdebatan tersebut diperkirakan akan terus berlangsung dimasa
yang akan datang. Dalam perdebatan tersebut ada 3 kelompok:
-
Yang berpendapat bahwa administrasi
lebih luas dari pada manajement merupakan bagian dan bahkan menjadi cirri
administrasi.
-
Mereka yang berpendapat bahwa manajement
lebih luas dari administrasi. Sesungguhnya pendapat ini dapat dibenarkan, hanya
apabila administrasi diartikan secara sempit yang hanya mencakup
kegiatan-kegiatan ketatausahaan, korespondensi, kearsipan dan sejenisnya.
-
Mereka yang berpendapat bahwa administrasi
dan manajement merupakan sinonim dan karena itu penggunaannya dapat silih
berganti tanpa kehilangan maknanya.
Dibawah ini dikemukakan beberapa pendapat yang tidak
membedakan arti administrasi dan manajement :
1. Pendapat
yang mempersamakan arti administrasi dan manajement:
a. William
H. Newman, dalam bukunya “administratie Action” jelas-jelas tidak membedakan antara
administrasi dan manajement.
b. M.E.
Dimock, dalam bukunya “public Administration” mengemukakan dua kata yang saling
kait mengkait. Ia memberikan definisi administrasi sebagai berikut:
administrasi/management adalah suatu pendekatan yang terencana terhadap
pemecahan semua macam masalah yang kebanyakan terdapat pada setiap individu
atau kelompok , baik Negara maupun swasta.
2. Pendapat
yang membedakan arti administrasi dan management:
Dalton E. Mc Forland dalam bukunya
“management” membedakan arti administrasi dan management sebagai berikut:
administrasi ditujukan terhadap penentuan tujuan pokok dan kebijaksanaannya,
sedangkan management ditujukan terhadap pelaksanaan kegiatan dengan maksud
menyelesaikan /mencapai tujuan dan pelaksanaan kebijaksanaan.
5.
Pokok-Pokok
Pikiran Dalam Administrasi
Pokok-pokok pikiran dalam administrasi, tentunya
kita kembali pada kesimpulan pengertian administrasi sebagai kegiatan penataan
untuk mencapai tujuan yang diinginkan atau ditentukan sebelumnya.
Sehingga dengan kesimpulan pengertian administrasi,
diperoleh kiranya ditarik beberapa pokok pikiran yang terkandung dalam batasan
pengertian administrasi, yaitu antara lain:
1. Administrasi
merupakan “kegiatan penataan”
Rangkaian kegiatan penataan ini
merupakan suatu cirri yang membedakan kegiatan administrasi dengan kegiatan
lainnya yang juga dilakukan sekelompok orang atau dapat dikatakan bahwa
rangkaian kegiatan penataan ini terdiri dari beberapa kegiatan penataan. Wujud
kegiatan penataan ini yaitu berupa:
-
Merencanakan kegiatan-kegiatan yang
perlu dikerjakan
-
Menyusun dan membagi-bagi pekerjaan
-
Menyaipkan dan menyelaraskan kegiatan
kegiatan secara harmonis dan mengendali
-
Menetapkan hubungan kerjasama
hierarchis.
2. Kegiatan
penataan itu dilakukan oleh “kelompok orang”
Yang
dimaksud dengan kelompok orang dalam administrasi ialah kumpulan orang-orang
yang batas jumlahnya paling sedikit 2 orang, paling banyak tidak terbatas.
Proses administrasi baru terjadi kalau yang melaksanakan kelompok orang. Jadi
kalau ada 2 orang manusia atau lebih bersepakat bekerjasama dalam suatu ikatan
formal untuk mencapai suatu tujuan bersama, maka disini sudah timbul
administrasi
3. Administrasi
merupakan “usaha kerjasama” dari kelompok
Yang
dimaksud usaha kerjasama diantara sekelompok orang dalam administrasi ialah
suatu usaha yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih untuk mencapai tujuan
tertentu. Kerjasama diantara kelompok orang tersebut dalam rangka mencapai
tujuan bersama, adakalanya bersifat
sukarela dan ada kalanya dipaksakan atau antagonistis.
4. Usaha
kerja sama itu “mempunyai tujuan yang ingin di capai”
Yang dimaksud dengan tujuan dalam administrasi adalah kebutuhan, baik
jasmani maupun rohani yang diperjuangkan dengan perbuatan-perbuatan nyata agar
dapat dipenuhi kebutuhan rohani antara lain, misalnya pemberian jasa,
pendidikan, dsb. Tujuan dalam usaha kerjasama sekelompok orang ini yang
menentukan atau yang terlibat menentukan antara lain:
-
Semua orang yang terlibat dalam usaha
kerjasama itu atau dengan kata lain semua pegawai/anggota organisasi. Hal ini
bisa dilakukan di dalam organisasi yang masih sederhana dan yang terdiri dari
beberapa orang saja.
-
Hanya sebagian saja dan orang-orang yang
terlihat dalam usaha kerjasama tersebut. Misalnya organisasi yang telah besar.
Maka tidak seluruh anggota atau pegawai organisasi tersebut dapat menentukan
tujuan organisasi, melainkan sebagian dari mereka, yakni para pemimpinnya yang
membuat dan menetapkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai.
-
Pihak luar organisasi kadangkala turut
mempengaruhi yakni dalam hal organisasi tidak dapat menentukan sendiri tujuan
itu.
Dengan melihat tentang pokok-pokok
pikiran yang terkandung didalam administrasi, maka jelaslah bahwa administrasi
tidah hanya sekitar pekerjaan membuat, mengirim dan menyimpan surat-surat saja
tetapi lebih dari itu, meliputi segenap proses penyelenggaraan , penataan ,
penyusunan, pekerjaan-pekerjaan pokok suatu organisasi untuk mencapai tujuan
tertentu. Jadi dalam hal ini administrasi dapat diterapkan pada usaha-usaha
kelompok besar maupun kecil, baik Negara maupun swasta, sipil maupun militer
dan penyebabnya mengikuti terdapat dimana administrasi diterapkan. Oleh karena
orang-orang yang menyebutnya sesuai dengan tempat penerapannya, misalnya
administrasi perusahaan, administrasi social, administrasi Negara, dsb.
Khususnya dengan kaitannya dengan tujuan Negara, banyak diantara para sarjana
yang masih belum ada kesepakatan tentang pengertian administrasi. Diindonesia
dapat dilihat adanya 3 pendapat dalam hal ini, antara lain:
-
Pendapat UGM yang jelas membedakan
antara kegiatan menentukan tujuan dengan kegiatan pelaksanaannya
-
Pendapat Prof.Arifin Abdurachman, J.
wayong, Prof. Prayudi Atmosudirdjo, kegiatan-kegiatan menetapkan tujuan itu
termasuk kegiatan administrasi , khususnya dalam kaitannya dengan tujuan
Negara.
-
Pendapat yang menganggap sulit
memisahkan proses politik dengan proses administrasi , seperti yang dikemukakan
oleh Bintoro Tjokro Amidjojo.
Oleh karena itu selain belum adanya
kesepakatan, di Indonesia sendiri istilah administrasi dapat diberikan
pengertian yang berbeda-beda . seperti Prof. Arifin Abdurachman, dalam bukunya
“theory pengembangan dan filosoft kepemimpinan kerja” membedakan 3 aspek dari
administrasi, yaitu:
-
Aspek formulasi kebijaksanaan
-
Aspek management
-
Aspek pelaksanaan
Begitu pula Drs. The Liang Gie dalam
bukunya “pengertian administrasi di Indonesia” yaitu:
-
Administrasi diartikan sebagai suatu
proses atau kegiatan
-
Administrasi diartikan sebagian kegiatan
tata usaha
-
Administrasi diartikan sebagai
administrasi Negara atau pemerintahan.
Adapun pengertian yang ketiga yaitu sebagai administrasi Negara atau
pemerintahan timbul karena pengaruh tata hukum belanda yang sampai sekarangpun
masih banyak dirasakan. Ditambah lagi karena pengaruh kepustakaan politik
Amerika Serikat yang didapatkan oleh sarjana Indonesia ketika berkesempatan
belajar di Amerika
Di amerika serikat istilah administrasi
sebagian besar diartikan sebagai suatu proses semacam ini diartikan kedalam
kegiatan Negara atau pemerintahan. Maka itulah sebagai administrasi
Negara/pemerintahan. Dalam hal ini prof. Dr. Mr. Prajudi Atmosudirdjo,
membedakan administrasi dari 3 sudut bahasan, yaitu:
-
Administrasi sebagai suatu proses
-
Administrasi sebagai
kepranataan/institusional
-
Administrasi dalam arti fungsional
Sebagai suatu proses, administrasi berarti keseluruhan proses yang
berupa kegiatan-kegiatan, pemikiran-pemikiran, pengaturan-pengaturan sejak dari
penentuan tujuan hingga pencapaian tujuan.
Sebagai instutisional administrasi adalah keseluruhan atau kelompok
orang yang sebagai suatu kesatuan menjalankan proses kegiatan untuk mencapai
tujuan bersama.
BAB
III
UNSUR-UNSUR
ADMINISTRASI & FAKTOR LINGKUNGAN
A.
Unsur-unsur
administrasi
Bahwasannya
unsur-unsur administrasi itu berbeda dengan factor dalam hubungannya dengan administrasi.
Oleh karena kalau mengatakan factor administrasi adalah lebih luas daripada
unsure-unsur administrasi, karena sekumpulan factor-faktor itu merupakan
penyebab timbulnya suatu hal lain yang merupakan kebetulan. Adapun unsur adalah
bagian dari suatu kebetulan. Tidak adanya unsur bukan berarti sesuatu kejadian
atau sesuatu akibat itu tidak ada.
Unsur-unsur administrasi yang merupakan konsepsi badan pembinaan
administrasi ( BPA ) terdiri dari 8 unsur, yaitu:
1. Organisasi
Organisasi sebagai salah satu unsur
administrasi yang menunjukkan adanya suatu proses penataan, pengaturan,
penyusunan, pembagian kerja dari usaha kerjasama.
Pengorganisasian
ini adalah rangkaian kegiatan atau aktivitas yang meliputi:
-
Penyusunan bentuk daripada usaha
kerjasama.
-
Menggolong-golongkan tindakan yang harus
dijalankan. Dalam bentuk kesatuan-kesatuan kerja tertentu.
-
Menentukan tugas pekerjaan orang-orang
yang tergabung dalam usaha kerjasama
-
Membagi-bagikan wewenang masing-masing
pelaksana
-
Menentukan jalinan hubungan kerja
diantara mereka serta seluruh perintah dan tanggung jawab.
2. Management
Unsur kedua administrasi ini mempunyai
pengertian sebagai aktivitas menggerakan segenap orang dan mengarahkan semua
fasilitas yang dipunyai oleh sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai
tujuan tertentu. Pengertian fasilitas disini antara lain alat-alat,
benda-benda, ruang tempat kerja, waktu, dsb. Aktivitas semacam ini sama dengan
kegiatan usaha kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan dengan
perincian tugas memimpin, yaitu antara lain:
-
Kegiatan perencanaan
-
Membuat keputusan terhadap masalah yang
timbul
-
Membimbing para bawahan
-
Mengkoornisasikan satuan-satuan
pekerjaan dan pelaksanaan kerja
-
Mengandalkan pelaksanaan kerjasama yang
di lakukan
-
Melakukan penyempurnaan baik bentuk
organisasi maupun tata kerja usaha kerjasama tersebut.
3. Komunikasi
Komunikasi menurut pendapat Charles E.
Redfleld didalam bukunya “Ccommunication in management” diartikan sebagai suatu
proses penyampaian berita dari sumber berita ke suatu tujuan tertentu.
Pengertian
semacam ini menunjukkan komunikasi itu dalam arti yang luas dan umum, artinya
komunikasi itu dapat diterapkan hamper pada segi aktivitas kehidupan manusia.
Dan kalau dikaitkan dengan administrasi sebagai unsurnya, maka komunikasi ialah
“ suatu proses penyampaian berita dari sumber berita ke penerima” jadi
komunikasi administrasi adalah suatu kegiatan yang memenuhi
persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
-
Ada berita atau warta
-
Ada sumber berita
-
Terjadi dalam setiap usaha kerjasama
sekelompok orang untuk mencapai tujuan.
4. Kepegawaian
Unsur ini merupakan suatu kegiatan yang
mengurus tenaga kerja manusia, dengan perincian kegiatannya meliputi:
-
Sejak mulai penerimaan, penempatan
-
Pembimbingan, peningkatan sampai dengan
pemberhentian atau pension atau tidak pension. Perincian kegiatan ini dapat
dikatakan sebagai kegiatan kepegawaian.
5. Keuangan
Keuangan merupakan unsure yang dapat
membantu tercapainya sesuatu tujuan, karena tanpa uang hamper dikatakan tidak
dapat tercapainya suatu tujuan yang tentunya disini dititik beratkan masalah
pengelolaannya. Pengelolaan keuangan yaitu dimulai dari menentukan sumber
didapat, dan kemudian cara menggunakan uang, kalau sudah didapat dan cara
mempertanggung jawabkan secara syah dan efisien administrasi keuangan.
6. Perbekalan
Perbekalan/ peralatan/ logistic adalah
kegiatan yang mengurus tentang barang-barang perbekalan yang dapat membantu
terlaksananya sesuatu kegiatan dari kelompok orang untuk mencapai tujuan
tertentu.proses mengurus barang-barang dimulai dari kebutuhan barang-barang,
pengadaan dan penyediaan barang, pemakaian dan pemeliharaan barang sampai
dengan penghapusan disebut administrasi perbekalan/logistic
7. Tata Usaha
Unsur ini bersasarkan pada bahan-bahan
keterangan yang diperlukan oleh organisasi. Penataan/pengaturan bahan
keterangan mulai dari saat menghimpun, mencatat bahan-bahan keterangan sampai
dengan mengola, mengirim dan menyimpan keterangan. Yang dimaksud keterangan
disini ialah pengetahuan tentang sesuatu hal atau peristiwa yang diperoleh
terutama melalui pembacaan atau pengamatan. Sedangkan pengetian tata usaha
semacam ini ada kalanya dinamakan pekerjaan kertas atau pekerjaan kantor.
8. Perwakilan atau Hubungan Masyarakat
Unsur yang terakhir ini merupakan suatu
aktivitas yang berusaha untuk menjaga hubungan baik atau jalinan, baik antara
organisasi yang lainnya. Kegiatan yang pokok didalam humas ini ialah bagaimana
caranya menjaga atau menjalin hubungan yang baik antara suatu organisasi dengan
organisasi lainnya. Karena hakekat organisasi itupun seperti manusia hidup,
tidak bisa hidup sendirian harus membutuhkan kerjasama dengan pihak lain.
Dari kedelapan unsure tadi merupakan suatu
kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan dan dibeda-bedakan dengan tegas,
wewenang dalam praktek kadang sering terjadi tumpang tindih, yang mana sesuatu
kegiatan sering terjadi dianggap tergolong lebih dari satu untur, bahkan juga
mengandung 8 unsur.
Selain
daripada itu bahwasannya setiap kegiatan penataan yang dilakukan dalam satu
organisasi tidak lepas dari pengaruh lingkungan.
B.
Factor
Lingkungan
Factor
lingkungan berpengaruh dan ikut menentukan apakah suatu administrasi akan
berhasil mencapai tujuannya atau tidak. Factor-faktor lingkungan yang harus
diperhatikan tersebut antara lain:
1. Falsafah Negara
Merupakan tali pengikat bagi seluruh warga
Negara untuk bertindak. Karenanya administrasi pun dalam membina falsafah
administrasi harus menyelaraskan dengan falsafah Negara. Artinya falsafah administrasi
harus merupakan falsafah Negara yang ditetapkan dalam bidang administrasi.
2. System politik yang dianut oleh
Negara yang bersangkutan
Karena administrasi merupakan proses
lanjutan daripada politik, maka politik administrasi harus merupakan lanjutan
politik Negara. Administrasi Negara misalnya, tidak ada netralitas politik,
karena politiknya harus seirama dengan politik Negara. Demikian juga kegiatan
bidang keniagaan harus seirama kepada politik perekonomian Negara.
3. Tingkat pembangunan ekonomi yang
telah dicapai
Tingkat taraf kehidupan rakyat akan sangat
menentukan apa yang mereka dapat kerjakan, apa sifat disiplin kerja yang hendak
dilaksanakan, system prioritas apa yang harus dicapai serta pengarahan
penggunaan sumber yang bahaimana yang harus ditaati.
4. Tingkat pendidikan rakyat
Tingkat pendidikan rakyat yang telah
dicapai oleh rakyat sebagai factor ekologis berarti bahwa dalam proses
komunikasi dalam administrasi dan management harus diperhatikan gaya bahasa
yang dipergunakan, cara menyampaikan berita, intruksi, perintah informasi dan
bimbingan. Kalau tidak, maka besar kemungkinan proses komunikasi ini tidak akan
berjalan dengan baik.
5. Bahasa
Disamping bahasa sebagai alat komunikasi,
juga mempunyai peranan penting lainnya, yaitu sebagai tali pengikat dalam usaha
membina kesatuan dan persatuan. Secara administrative bahasa merupakan alat
yang sangat penting dalam menciptakan suatu “ frame of reference” dalam bidang
administrasi.
6. Agama
Salah satu factor yang membedakan manusia
dengan makhluk lainnya adalah karena manusia itu mempunyai beragama. Kemampuan
beragama itu mengakibatkan manusia mempunyai martabat yang tinggi.
7. Letak ( geografis )
Cara menjalankan administrasi dan
manajement akan berbeda pada suatu Negara kepulauan seperti Indonesia, apabila
dibandingkan dengan suatu Negara daratan ( india ), 2 faktor yang mempengaruhi
yaitu factor komunikasi dan transportasi.
8. Struktur masyarakat
Proses administrasi dan manajement lebih
mudah dijalankan dalam suatu masyarakat homogeny dibandingkan dengan masyarakat
yang heterogen. Maka struktur masyarakat sebagai factor ekologis menentukan
pula sifat dan ruang lingkup dari administrasi yang dapat dijalankan.
Sumber buku : Pengantar Ilmu
Administrasi, Drs.I. Machmud,M.Si , penerbit SWAGATI PRESS


Komentar
Posting Komentar