meresum 2 buku
RESUME
Diajukan kepada Bapak Yanto
Heriyanto,S.Sos,M.Si Untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu
Administrasi Negara
Nama : herlawati
NPM : 117090019
Kelas : 1 A semester 2
PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI
NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG DJATI
CIREBON
2018
BAB I
PEMERINTAH, STRATEGI, DAN KINERJA
Pemerintah, Strategi, Dan Kinerja:
Kecanggungan Posisi
Ada
cukup banyak contoh Negara yang berhasil mencapai raihan prestasi (kinerja)
yang memadai, bahkan membanggakan.prestasi yang lumayan banyak diraih banyak
kota dan Negara sedang berkembang kini bahkan menimbulkan rasa optimis yang
tinggi bahwa mereka telah mengenali dan menemukan
Pertanyaan
yang kemudian dengan sendirinya dan secara logis muncul dari adanya sederetan
fakta kinerja Negara dan kota yang begitu positif adalah bagaimana pencapaian
itu dapat diraih. Namun pemerintah berstrategi bukan sesuatu yang bigitu saja
bisa dengan mudah untuk diwujudkan.Karakteristik pemerintah menjadikan lebih
mudah untuk diarahkan meraih hal-hal yang termasuk dalam kategori
sedang.Berbeda dengan perusahaan yang ada pemiliknya, tidak terdapat kejelasan
mengenai pemilik dalam hal pemerintahan dan Negara.
Dengan
kata lain, diperlukan rekayasa politik jika dikehendaki adanya pemerintahan
yang memiliki orientasi dalam persediaan energy yang melimpah dan tingkat
kesabaran yang tinggi. Sederhananya , strategi dalam pemerintah sepertinya
belum pernah menempati posisi yang pas dan terhormat.
Pertama,
tidak perlu terlebih dahulu menjadi penganut Marxian untuk mengenali bahwa
Negara memiliki banyak genetika, dan bahkan mengganti genetika untuk
menutupinya dengan wajah yang berbeda dari genetika yang ditutupi.Kedua,
strategi memiliki karakter berorientasi pada keseimbangan antara jangka pendek
dan jangka panjang. Disisi lain, Negara sepertinya terus tertekan untuk dengan
segera menyelesaikan begitu banyak persoalan jangka pendek yang tak kunjung
habis. Persoalan yang mendesak selalu menang dalam menarik perhatian disbanding
persoalan yang strategis.Persoalan yang paling berbahaya adalah jika politik
benar benar menempati posisi terdepan.Politik kemudian menjadi panglima.Bisa
dipastikan logika strategi benar tidak memiliki tempat lagi.Tidak bisa lagi
berbagi ruang dengan logika politik.
Strategi
kemudian berubah watak menjadi sangat politis.Lebih penting dari pada itu
berstrategi membuka peluang adanya politisas, kalo bukan intrik.Strategi
kemudia menjadi alat politik dan seketika itu hilang karakter strategis yang
dimilikinya.Diperlukan adanya pemahaman bahwa menjadikan pemerintah berstrategi
bukanlah pekerjaan yang mudah dan sederhana, tetapi disisilain juga ada
kesadaran baru bahwa hanya dengan strategi perbaikan kinerja pemerintah lebih
terbuka untuk direalisasi. Sebaliknya, akan terjadi justru akan membuka pintu
terjadinya krisis kinerja berkepanjangan. Pemerintah perlu terus menerus
belajar untuk meyakini bahwa berstrategi memang member manfaat signifikan.
Karakter Dan Peran Negara : Banyak
Wajah
Berbagai
hambatan mulai dari teknis-administratif sampai strategis-ideologis yang
menjadikan strategi sepertinya terkesan begitu sulit untuk memperoleh tempat
yang terhormat pada pemerintahan, sesungguhnya tidak dapat sepenuhmya
dipisahkan dari rumusan ideologis dan filosofis tentang karakter dan peran
Negara.Negara dengan pemerintahannya sungguh memiliki kekuatan yang besar untuk
berbuat baik seperti yang sering diidealkan oleh masyarakat yang hendak
dilayaninya.Tetapi sebaliknya juga memiliki kemungkinan untuk secara “sengaja”
meninggalkan kewajibanya tersebut. Negara bisa memilih peran lain menjadi
pelayan terhadap kepentingan dari sendiri atau bahkan menjadi pelayan para
elit, pemilik modal ataupun pemegang kekuasaan. Oleh karena itu, pemahaman
tentang berbagai kemungkinan peran Negara tersebut setitaknya tidak dapat
menjadi sarana agar tidak mudah terkejut ketika peran ideal Negara tidak
terlaksana.
Pemerintah, Kinerja, Dan Krisis:
Kuat Atau Minimal
dasawarsa
pertama dan kedua abad 21 ini boleh dikata sebagai dasawarsa yang istimewa
dilihat dari kemungkinan ada tidaknya pergantian siapa yang hendak menjadi
pemegang hegemoni dunia, secara ekonomi dan politik. Oleh karena itu, dasawarsa
kedua ini selayaknya ditempatkan pada posisi unik bagi para pembelajar
peradaban.
Ketimpangan dan krisis ekonomi
dinilai menjadi penyebab utama kemunculan kembali tentang pentingnya peran
pemerintah.Kini pemerintah kembali menempati posisi ditengah, tidak lagi
dipinggiran, setidaknya untuk urusan pemulihan ekonomi yang ternyata tidak
sepenuhnya bisa dilakukan melalui mekanisme pasar.Pasar ternyata bisa dan
kembali gagal. Sepertinya eksistensi pemerintahan lahir dan ditemukan kembali,
yang pada masa lalu yang sudah adak jauh ada yang menamainya dengan “ Bringing the State Back In “tanpa
harus sampai pada tingkatan “
governmental overload”. namun demikian pergeseran posisi pemerintah ke
tengah, sebagai kuatnya peran Negara untuk urusan ekonomi makro, termasuk urusan
menjaga persoalan tinggi rendahnya ketimpangan ekonomi, hendaknya tidak secara
otomatis diartikan juga berlaku pada peran peran pemerintah yang lain. Peran
Negara yang lain misalnya peran produksi dan distribusi barang dan jasa,
regulasi, dan keadilan, tampak masih terus didorong-dorong untuk berada di
tepian. Pergeseran bandul tentang peran dan kuat tidaknya pemerintah dari kanan
ke kiri dan demikian sebaliknya tidak hanya monopoli AS. Hamper semua Negara
pada masa lalu yang belum jauh memiliki pengalaman serupa, baik Negara maju di
eropa maupun asia, tidak terkecuali Negara-negara berkembang dan Negara-negara
miskin di belahan dunia lainnya.
Pada masa separuh terakhir abad dua
puluh tersedia banyak contoh pemerintahan yang berhasil, bahkan ada yang memiliki
prestasi yang bisa disebut gemilang. Disisi lain juga cukup banyak ditemukan
pemerintahan yang hanya maju mundur, berjalan ditempat seakan akan tidak
bergeser dari tempat semula dan tentu saja tidak ketinggalan juga akan dijumpai
pemerintahan yang gagal. Secara structural, sukses, krisis, dan gagal
sepertinya merupakan fenomena yang terus berulang.Dua peran utama pemerintah,
yakni akumulasi modal (ekonomi) dan legitimasi kekuasaan (politik) sesungguhnya
memiliki karakter yang saling bertolak belakang.
BAB II
KREATIF MELIHAT, MERASAKAN, DAN
MEMPROGRAM KEINGINAN RAKYAT
Kreatif Melihat Permasalahan Global
dan Nasional
Hak
masyarakat untuk memperoleh untuk memperoleh kesejahtraan dan mendapatkan
pendidikan selama Indonesia merdeka sampai sekarang masih menjadi pembicaraan
yang belum selesai. Tuntutan tersebut bahkan akan selau menjadi pembicaraan
disemua kalangan, termasuk pembicaraan mengenai indicator keparahan kemiskinan
yang masih stagnan sebagaimana disebutkan dalam kita suarakan MDGs 2008.
Kondisi ini menandakan bahwa Indonesia mah perlu terus meningkatkan pendapatan
masyarakat dalam rangka pengentasan kemiskinan. Sebenarnya masalah kemiskinan
adalah masalah social kemasyarakatan yang harus diselesaikan oleh semua Negara dan bukan hanya menjadi
permasalahan masyarakat Indonesia. Masalah kesejahtraan social ini menjadi
masalah internasional. Hal ini dapat dilihat pada saat pertama kali muncul di
United Kingdom (british).
Empat metode yang digunakan untuk
memberikan bantuan yang diperlukan, yaitu:
1. Auttoning
(pelelangan) yaitu orang miskin dirawat oleh keluarga lain dengan biaya paling
rendah
2. Mengambil
orang sakit dan miskin untuk diawasi oleh pasangan suami-istri yang akan
merawat mereka dengan sedikit biaya yang dimungkinkan
3. Pertolongan
dari luar dengan memberikan bantuan yang diinginkan
4. Melalui
rumah-rumah penampungan
Sebagaimana,
bahwa kesejahtraan social yang menjadi fungsi utama diibaratkan sebagai jalan
kesejahteraan social merupakan jalan panjang.Masalah social bukan hanya masalah
domestic Indonesia, tetapi menjadi masalah dunia internasional. Dengan
demikian, pada tahun 2000, muncul komitmen untuk pengentasan kemiskinan dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat telah ditandatangani oleh para kepala
Negara di New York, yaitu yang diberi nama Deklarasi Melenium atau yang lebih
dikenal melenium development goals
(MDGs). MDGs terdapat delapan tujuan yang harus dicapai, yaitu:
1. Membrantas
kemiskinan dan kelaparan ekstrem
2. Mewujudkan
pendidikan dasar untuk semua
3. Mendorong
kesetaraan gender dan pemberdaya perempuan
4. Menurunkan
angka kematian anak
5. Meningkatkan
kesejahteraan ibu
6. Memerangi
HIV dan AIDS, malaria, dan penyakit lainnya
7. Memastikan
kelestariaan lingkungan
8. Mengembangkan
kemitraan global untuk pembangunan
Tujuan
MDGs adalah mewujudkan pendidikan dasar yang ditargetkan pada tahun 2015.Semua
anak di mana pun, baik laki laki maupun perempuan, agar dapat menyelesaikan
pendidikan dasar secara penuh. Bagi mereka yang tidak lulus sekolah, apakah
mereka membantu orang tuanya mencari nafkah, atau ada diantara mereka yang
menikah muda. Maxwell menyatakan bahwa banyak mendorong pendidik kita bahwa
nilai yang baik menuntun pada kehidupan yang lebih baik.Semakin banyak
pendidikan formal yang anda peroleh, semakin sukseslah anda.Namun, pendidikan
tidak memenuhi janji janji seperti itu.Dengan melihat pernyataan itu dalam
kasus MDGs ini, yang difokuskan adalah pendidikan dasar, bukan pendidikan
secara keseluruhan sesuai jenjang pendidikan formal.Maxwell ada benarnya, yang dijanjikan
oleh pengajar tidak selalu menuai kesuksesan. Namun, pendidikan formal pada
tingkat dasar akan selalu berhubungan dengan pola kehidupan orang. MDGs juga
mendorong kesetaraan gender dan pemberdaya perempuan, kelihatannya anak
perempuan kini berada didepan. Hal ini terlihat dari data UNESCO/LIPI (2005)
sebagaimana dikutip oleh Bappenas PBB dalam bukunya yang kita suarakan MDGs
(2008) didapat angka proporsi anak perembuan dan anak laki laki di sekolah
sekolah lanjutan kejuruan berikut. Dilembaga pendidikan pariwisata, proporsi
anak laki laki 6%, sedangkan perempuan 94%. Dilingkup pendidikan bisnis dan
manajemen, proporsi anak laki laki 35,1% sedangkan perempuan 64,9 %.
Dilingkungan pendidikan kesenian, anak laki laki 47,1 % dan anak perempuan
52,9%. Pada pendidikan kesejahteraan social, proporsi anak laki laki 58,2%
sedangkan anak perempuan 41,8 %. Pada sector pendidikan pertanian dan
kehutanan, proporsi anak lakilaki 87,1% sedangkan anak perempuan 12,9%. Pada
lembaga pendidikan teknologi dan industry, proporsi anak laki laki 99%,
sedangkan anak perempuan 1%.Data tersebut menunjukkan bahwa pada perinsipnya
anak laki laki dalam hal pendidikan saling mengisi. Pendidikan yang hamper
seimbang adalah pada sector pendidikan kesenian. Tujuan lain MDGs adalah menurunkan
angka kematian anak. Kematian sangat terkait pada kesehatan ibu dan anak. MDGs
menyebutkan bahwa target pada norma 4A adalah menurunkan angka kematian balita
sebesar dua pertiganya antara tahun 1990-2015 dapat tercapai. Target ini
disusun untuk mengurangi angka dua pertiga antara tahun 1990.Saat ini, jumlah
97 kematian per 1.000 kelahiran hidup. Target tahun 2008 adalah 32 kematian per
1.000 kelahiran hidup sehingga Indonesia cukup berhasil. Tujuan MDGs juga
adalah meningkatkan kesehatan ibu.Ibu merupakan pilar utama dalam membina
keluarga yang sehat. Namun, jika seorang ibu tidak dapat menjaga kesehatannya
karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya daya beli terhadap kebutuhannya,
maka kesehatan ibu juga akan berpengaruh secara signifikan. Bahkan banyak orang
akan langsung menyalahkan nasib. Padahal sukses seseorang dan sehat seseorang
sangat dipengaruhi oleh pola piker yang bagus untuk mendapatkan pola piker yang
luas harus dimulai dari pendidikan yang baik.Selanjutnya, tujuan MDGs adalah
memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya.Penyakit menular seksual
merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan pada
remaja.Penyakit menular seksuaal seperti kencing nanah, sifilis, kutil kelamin,
atau jengger ayam mudah ditemukan.Secara umum, pengetahuan masyarakat terhadap
penyakit menular sangat rendah dan perlu diberikan pengetahuan, terutama
masyarakat yang rentan terhadap penyakit tersebut. Tidak semua masyarakat,
khususnya masyarakat yang berkecimpung didalam dunia yang senang dengan dapza,
sangat rentan akan terkena penyakit tersebut. Penyakit ini perlu dicegah
melalui upaya prioritas dalam penanggulangan HIV/AIDS.Hal ini herkaitan erat
dengan situasi penularan HIV/AIDS yang ada dimasyarakat.Pencegahan penyakit
dilakukan melalui upaya kampanye yang meliputi pemberian informasi tentang HIV
dan konseling.Tujuan MDGs juga adalah memastikan kelestarian lingkungan. Target
ini diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia pada tiga target, target no 9,10
dan 11 yang berturut-turut adalah mengintegrasikan prinsip pembangunan
berkelanjutan kedalam kebijakan dan program pemerintah Indonesia, serta
mengembalikan sumber daya yang hilang, target mengurangi hingga setengahnya
proporsi masyarakat Indonesia yang tidak memiliki akses terhadap air minum yang
aman dan senitasi dasar.
Mengembangkan Kemitraan untuk
Pembangunan
Millennium development goal
(MDGs) yang telah di canangkan dengan delapan tujuan dapat berjalan dengan
baik, terutama pada tujuan satu sampai dengan tujuan tujuh jika kemitraan untuk
pembangunan bisa serasi.System kemitraan tidak cukup hanya untuk menyukseskan
sekelompok orang, tetapi orang lain harus gagal.Dalam hubungan Negara dengan
Negara, tidak cukup Negara yang kuat harus sukses, sementara Negara yang lemah
harus gagal. Kondisi dunia global saat ini yang sama sama menata diri untuk
disejahtrakan masyarakatnya semakin gencar disuarakan oleh berbagai lembaga
swadaya masyarakat. Masyarakat semakin kritis, dahulu kepemimpinan dikantor dan
monarki dianggap dapat mensejahterakan masyarakat. System perekonomian dunia
sudah menyatu, tata kehidupan berubah, masyarakat tidak menerima begitu saja
apa yang di programkan, masyarakat sudah lebih tahu hak dan kewajiban, batas
batas etika, budaya , dan adat istiadat. Dengan melihat situasi global dan teknologi
informasi yang terus berubah, hidup dan
kehidupan tidak boleh dibawa oleh arus globalisasi dan informasi yang merugikan
salah satu, tetapi harus di perlakukan
dan diciptakan iklim menang menang. Anda tidak perlu memadamkan lampu orang
lain untuk membuat lampu anda sendiri bersinar.
Kita
semua warga negara bangsa harus membuat persaingan dan kemitraan menjadi
manfaat dalam situasi yang paling rumit sekali pun dengan mengembangkan sistem
keuangan dan perdagangan yang terbuka, berbasis peraturan, dapat di prediksi, dan tidak diskriminatif. Banyak target pembangunan mengatasi kebutuhan
hampir disemua negara, khususnya negara
daratan dan kepulauan kecil. Sementara itu,
keadaan dalam negeri harus menyamakan diri dengan negara maju, utang utang harus diselesaikan, pekerjaan yang layak perlu dibuka seluas
luasnya, pembangunan kesehatan termasuk
obat obatan harus terjangkau, teknologi
informasi dan komunikasi menjadi alat yang tepat untuk menjangkau akses
percepatan pengembangan wawasan dalam pengembangan diri setiap negara atau
daerah. Berkaca pada fakta bahwa
investasi dalam bidang kesehatan publik adalah investasi yang nonprofit, hibah menjadi penting, terutama disektor kesehatan. Kita harus akui
bahwa tidak mudah menyelesaikan permasalaham dalam masyarakat. Segala masalah
mungkin dapat terselesaikan walaupun akan muncul masalah lain yang rumit,
misalnya masalah ideologi, politik, dan masalah lain dalam masyarakat. Masalah
kemitraan bukan hanya masalah negara dengan negara lain, tetapi dapat pula
masalah pemerintahan daerah dengan pemerintahan pusat atau sebaliknya, sebagaimana ditegaskan dalam peraturan
pemerintah nomor 50 tahun 2007 tentang kerja sama daerah.
BAB III
MEMBANGUN KARAKTER DENGAN KOMITMEN
DAN TINDAKAN
Arti Sebuah Kejujuran
Secara
garis besar, moral dapat dibagi dua
bagian, yaitu moral yang baik dan buruk.
Berbuat adil, jujur, sabar, pemaaf, dermawan, dan amanah termasuk dalam moral
yang baik. Sementara itu, berbuat yang zalim, berdusta, pemarah, pendendam,
kikir, dan curang termasuk dalam akhlak yang buruk. Semua moralitas sebagai
suatu sistem aturan tingkah laku seorang manusia karena tingkah laku bisa buruk
dan baik. Jika semua orang berfikir, berkompeten, dan bertindak positif dalam kehidupan sehari
hari tanpa adanya aturan pun, yang bersangkutan akan melakukan hal hal positif
jika yang bukan haknya dia tidak akan melakukan suatu tindakan yang positif,
maka ketidakjujuran cenderung menghampiri. Dengan adanya ketidakjujuran, baik
karena terpaksa atau sengaja akan terbentuk karakter yang sulit diubah.
Terjadinya ketidakjujuran seseorang semata mata karena terbentuk dari
lingkungannya. Kejujuran melalui kejernihan pikiran akan membawa kepada
kebaikan dan kemurahan hati.
Komitmen
pemimpin Puncak
Kebanyakan
pemimpin puncak ditingkat pusat dan daerah bergantung pada bentuk
organisasinya. Para pemimpin puncak tersebut harus mempunyai komitmen yang
benar benar prorakyat. Pelaksanaan komitmen ini tidak hanya sekedar janji
seremonial yang diucapkan ketika pelantikan, tetapi diperlihatkan dalam praktik
penyelenggaraan pemerintahan. Seorang pemimpin harus memberi kepercayaan dan
mengingatkan pejabat dibawahnya atau pejabat lain tidak melakukan intervensi
kepada satuan kerja yang telah diberi kepercayaan untuk mengelola semua kegiatan
yang telah dilimpahkan. Pejabat yang diberikan kepercayaan oleh pemimpin
tersebut tidak melakukan intervensi kepada aparat dibawahnya, termasuk
intervensi terhadap pengadaan barang atau jasa instansi pemerintah karena
sistem pengadaan barang atau jasa berdasarkan keputusan presiden nomor 54 tahun
2010 telah memenuhi syarat setiap satuan kerja mampu melaksanakan sesuai dengan
kaidah kaidah yang telah digariskan dalam peraturan tersebut. Tidak ada alasan
seorang pemimpin instansi mengintervensi pekerjaan yang telah dilimpahkan
pejabat untuk kepentingan kepentingan sesaat, apalagi untuk kepentingan
pribadi, kecuali intervensi untuk melakukan perbaikan dan kewenangan yang
diberikan tidak sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Membuat
Kebijakan yang Berdampak Besar
Pekerjaan
seorang pemimpin sebagaimana telah dijelaskan diatas adalah membuatsuatu
keputusan keputusan untuk menyelesaikan permasalahan permasalahan yang timbul
di dalam masyarakat maupun diinternal pemerintahan. Kebijakan yang tidak kalah
penting yang membuat gaung menjadi besar adalah penyediaan infrastruktur
pemerintahan yang diperlukan oleh masyarakat, yaitu jalan bersifat arteri dan
jalan yang bersifat lingkungan. Infrastruktur tersebut perlu dibangun dengan
mengalokasikan anggaran yang lebih besar agar penyelesaian pembangunannya lebih
cepat, dan kualitas jalan dengan konstruksi beton yang diaspal dan dilapisi
konblok. Hal ini dilakukan agar setiap jalan yang dibangun tidak mudah rusak
sehingga jalan menjadi lama. Jadi, biaya yang mestinya untuk pemeliharaan
setiap tahun dapat dialihkan untuk pembangunan bidang lainnya.
Membuat Aturan yang Lengkap
Aturan adalah suatu dogma dan norma
yang disepakati oleh suatu kelompok masyarakat. Aturan aturan yang telah
disepakati tersebut dapat berupa aturan yang tertulis dan tidak tertulis.
Pelaksanaan pengelolaan pemerintah modern selalu mengacu pada
kesepakatan-kesepakatan yang dituangkan dalam suatu peraturan yang berbentuk
dokumen berupa ketetapan MPR, undang-undang, peraturan pemerintah pengganti undang-undang,
peraturan pemerintah, dan peraturan presiden pada tingkat pemerintah pusat
disamping adanya peraturan menteri. Sementara itu, pada tingkat pemerintah
daerah, ada peraturan daerah dan peraturan gubernur, bupati atau wali kota.
Semua peraturan pada dasarnya
berhubungan dengan pemeriksaan karena setiap regulasi akan berdampak pada
pengelolaan keuangan apakah keuangan yang dipakai untuk membuat peraturan atau
keuangan yang dipakai untuk melaksanakan perintah dari aturan yang di buat
tersebut.
Laksanakan Sesuai Dokumen Peraturan
yang Telah Disahkan
Secara etimologi, yang dimaksud
dengan dokumen menurut KBBI adalah surat yang tertulis atau tercetak yang dapat
dipakai sebagai bukti keterangan. Dokumen anggaran adalah pedoman pelaksanaan
anggaran pada setiap organisasi yang mempunyai suatu system administrasi yang
baik karena semua kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan kesejahtraan
masyarakat dimulai dari dokumen pelaksanaan anggaran sebagai bentuk perwujudan
suatu perencanaan yang menyeluruh baik dokumen yang berbentuk keputusan kepala
SKPD seperti keputusan yang terkait dengan pembentukan panitia pada lingkup
SKPD. Selain dokumen anggaran, yang perlu dilaksanakan oleh semua jajaran
pemerintah daerah juga dokumen yang berbentuk non-dokumen, seperti
prosedur-prosedur pelayanan yang terkait dengan perizinan, terkait dengan
pengendalian dan pengawasan terhadap semua tugas pokok dan fungsi yang menjadi
wewenang pemerintah daerah.
Semua dokumen yang disusun dan telah
disahkan menjadi dokumen yang harus dipatuhi oleh semua pihak baik eksternal
maupun internal pemerintahan. Setiap dokumen yang menjadi acuan harus menjadi
landasan dalam bekerja dan tidak boleh membelokkan peraturan atau dokumen
tersebut sehingga menyimpang atau sengaja menyimpang untuk kepentingan sesaat.
Dengan adanya kepatuhan terhadap semua dokumen peraturan yang telah dibuat,
semua pihak harus bisa mengerti kondisi pelaksanaan pemerintahan perlu adanya
perubahan paradigm yang di masa lalu seringnya aparatur “ dilayani oleh
masyarakat”. Sekarang ini aparatur harus bener-bener melayani masyarakat sesuai
kehendak masyarakat sendiri sebagaimana yang dituang kan dalam dokumen
pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan baik dokumen yang menyangkut anggaran
maupun dokumen yang menyangkut pelayanan lainnya.
Ubah Tantangan Menjadi Peluang
Dalam mewujudkan kompetisi,
seseorang perlu melakukan langkah langkah yang memungkinkan yang bersangkutan
mengambil jalan yang paling taktis. Jalan taktis tersebut berguna untuk
melakukan terobosan penting agar kesuksesan menjadi nyata. AQ berakar pada
bagaimana kita merasakan dan menghubungkan dengan tantangan-tantangan. Orang
yang memiliki AQ lebih tinggi tidak menyalahkan pihak lain atas kemunduran yang
terjadi, dan mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah.
Sumber Buku:
1.
8
Langkah Kreatif Tata Kelola Pemerintah dan Pemerintah Daerah, M.Yusuf, Jakarta
: penerbit salemba empat,2011
2.
Strategi
Pemerintahan : manajemen organisasi public, Suwarsono Muhammad, penerbit
erlangga,2012

Komentar
Posting Komentar